Musim Kemarau, Bupati Ajak Warga Hemat Air

Kamis, 4 Juli 2019 - 14:09 WIB
Tim BPBD Banjarnegara melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan (BPBD Banjarnegara)

FAJAR.CO.ID, BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Budhi Sarwono mengajak masyarakat setempat menghemat penggunaan air sebagai salah satu upaya mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau.

“Musim kemarau telah tiba, mari kita menghemat air, gunakan air secukupnya,” katanya di Banjarnegara, Kamis (4/7).

Ia menjelaskan pada saat ini telah ada desa di Banjarnegara yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

“Dukuh Praubosok dan Dukuh Karanggedang Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja sudah mulai mengalami krisis air bersih,” katanya.

Budi telah meminta BPBD Banjarnegara untuk memastikan kelancaran proses distribusi air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

“Saya sudah perintahkan Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara untuk mengawal langsung kegiatan distribusi air bersih ke wilayah tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arief Rahman menginformasikan bahwa musim kemarau yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan telah menyebabkan sumber mata air mengering.

“Akibatnya warga Desa Jalatunda, khususnya di Dukuh Karanggedang dan Dukuh Praubosok kesulitan untuk mencari air bersih sehingga kami mendistribusikan air bersih ke lokasi tersebut,” katanya.

BPBD Banjarnegara, kata dia, mengirimkan dua armada tanki air untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Kami mendistribusikan sekitar 10.000 liter air ke lokasi tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kabupaten Banjarnegara akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2019.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi mengatakan, tren curah hujan di wilayah Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya terus mengalami penurunan karena wilayah ini sudah mulai memasuki musim kemarau sejak awal bulan Juni 2019.

BMKG, kata dia, juga ikut mengajak masyarakat bijak menggunakan air guna mengantisipasi dampak kekeringan. (Ant)