Penikam Anggota Kostrad Sudah 2 Tahun Selingkuhi Istri Orang

Kamis, 4 Juli 2019 - 08:28 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Dodi alias Otong, 37, pelaku penganiayaan anggota Kostrad, Kopral Dua Heri Triyanto telah diamankan jajaran Polsek Cengkareng, Jakarta Barat. Dia ditangkap tak jauh dari temlat tinggalnya di RT 02, RW 06 Nomor 41, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (2/7) malam.

Kapolsek Cengkareng, Kompol H Khoiri mengatakan, saat diamankan pelaku memberikan perlawanan kepada petugas. Oleh karena itu, Otong dihadiahi sebuah tembakan dan mengenai kaki bagian kirinya.

“Dalam penangkapan, pelaku melakukan perlawanan, jadi kami melakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Khoiri di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (3/7).

Hasil pemeriksaan, pelaku tega menganiaya Heri lantaran tidak terima ditegur datang ke rumah selingkuhannya Maryam. Namun, Heri sebagai Ketua RT setempat dipastikan tidak melontarkan kata-kata yang menjengkelkan. Dia hanya menegur berkaitan dengan pelanggaran ketertiban umum.

Selain itu, Otong juga sebetulnya mengenal Heri. Sebab, pria yang berprofesi sebagai juru parkir itu lahir dan pernah tinggal di sekitar rumah Heri. Bahkan, sebagai mantan tetangga, pelaku mengetahui korbannya merupakan anggota TNI.

Heri pun sudah berkali-kali menegur Otong supaya tidak terus menerus mendatangi rumah Maryam. Sebab, perempuan tersebut sudah berkeluarga dan memiliki 2 anak.

“Menurut keterangan, sudah 2 tahun perbuatan melanggar ketertiban umum itu dilakukan,” kata Khoiri.

Kemenkeu Usul Penyesuaian Tarif Bea Materai

Wadah Pegawai KPK Aksi 2 Tahun Teror Novel, Janji Kombes Suyuti Begini

Bring The Soul: The Movie, Film Ketiga BTS Dirilis 7 Agustus

Suami Maryam sendiri diduga tidak mengetahui perselingkuhan istrinya. Sebab, dia sejak pukul 08.00 WIB sudah berangkat kerja. Dan baru pulang pukul 22.00 WIB.

“Suaminya kebetulan belum kami tanyakan suaminya, saat kami tanyakan ke istrinya, Maryam juga tidak mengetahui,” tambah Khoiri.

Di tempat sama, Danramil 04 Cengkareng Kapten Inf Sudarsono mengapresiasi kerja cepat yang dilakukan aparat penegak hukum. Dengan ditangkapnya pelaku, maka mencegah terjadinya permalasahan yang bisa berlarut-larut. “sehingga tidak timbul permasalahan selanjutnya yang berkepanjangan karena kesigapan dari Polres Jakarta Barat.

Atas perbuatannya, Otong dijerat dengan pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (jp)

loading...