Sakit Hati Alasan Sebar Video Bugil Setelah Beberapa Kali Desah-desahan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BERAU — Pria warga Berau, Kaltim, inisial Ad, 29, menyebarkan video mantan pacarnya yang dalam kondisi tanpa mengenakan busana.

Akibat perbuatannya, Ad sempat diburu hingga melarikan diri ke Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia bersembunyi selama 2 bulan. Namun pelariannya berakhir Jumat (28/6), pekan lalu.

Ad yang sudah tertangkap mengaku merekam korban saat sedang tak berbusana, usai melakukan hubungan terlarang dengannya.

Pelaku dan korban sebelumnya merupakan pasangan kekasih. Meski masih berstatus pacaran, keduanya sudah sempat melakukan perbuatan terlarang itu beberapa kali. Suatu saat, pelaku secara iseng merekam korban yang sedang tanpa busana. Hasil rekaman itu pun tersimpan di ponsel Ad.

Beberapa lama setelah hubungan terlarang itu terjadi, hubungan Ad dan kekasihnya tidak berjalan lancar. Setelah sempat ribut, hubungan keduanya pun bubar. Perpisahan itu rupanya membuat Ad sakit hati. Itu setelah Ad mengetahui ada pria lain yang mendekat dengan mantan kekasihnya tersebut.

Kapolsek Tabalar Iptu Nurhadi menjelaskan, Ad memang sangat sakit hati dan menyimpan dendam terhadap mantannya tersebut.

“Hubungan keduanya putus setelah ribut. Orangtua korban sempat menanyakan kepada anaknya mengapa hubungan mereka tidak dilanjutkan. Tetapi dijawab korban dia sudah menjalin hubungan yang sama dengan pria lain,” ungkap Nurhadi saat ditemui awak media di Mapolres Berau.

TKA Tak Miliki Dokumen Bekerja di Perusahaan Tambang Marmer di Pangkep

Karena Syifa, Ayu Ting Ting Tak Peduli Panen Hujatan Warganet

Jokowi Teken Perpres 37, TNI Aktif Bisa Duduki Lagi Jabatan Sipil

Karena sakit hati, Ad kemudian menyebarkan video tersebut. Video itu bahkan juga dikirim ke mantannya dan kakak mantannya itu. Seluruh pihak keluarga pun dibuat malu akibat ulah Ad.

Korban juga marah. Lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Tabalar. Pencarian terhadap Ad dilakukan. Namun Ad sempat kabur dan menghilang.

“Akibat perbuatannya Ad diancam pasal 4 (1) jo pasal 29 undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dan atau pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 undang-undang nomor 11 tahun 2017 tentang informasi dan transaksi online (ITE) dengan ancaman hukuman enam tahun,” pungkas Nurhadi. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment