Dikonfirmasi Soal Kasus, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Bungkam

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bawaslu Kota Makassar sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian soal bergesernya suara di Kecamatan Tamalate. Namun, Satreskrim Polrestabes Makassar bungkam soal penanganan kasus tersebut. Bahkan, memilih mem-blokir kontak.

Kamis, 4 Juli sekitar pukul 21.30 Wita dilakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko melalui pesan WhatsApp. Pesan terkirim, centang biru pun muncul. Namun tak direspons. Begitu juga saat ditelepon.

Selain kasus itu,  Jumat (5/7/2019), dikonfirmasi soal kasus penembakan pelajar di Jl Nuri pada Ramadan kemarin. Tetapi, mantan Kasunlbdit IV Ditreskrimsus Polda Sulsel itu langsung memblokir kontak. Tak ingin lagi dikonfirmasi soal kasus tersebut.

Padahal, pihak kepolisian telah membongkar CCTV di sekitar lokasi kejadian, dan memeriksa lebih dari 40 anggota Polri. Namun, sampai sekarang hasil dari analisis CCTV tersebut belum juga dibeberkan.

Kejadian yang menimpa Muh Sandi yang ditembak sampai tewas pada 12 Mei lalu belum juga terungkap pelaku penembakannya.

Komnas Perlindungan Anak Indonesia sementara mempelajari kasusnya. Hal itu diutarakan oleh Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Menurutnya, kasus ini baru diketahuinya. Tidak ada proses advokasi yang didengar yang dilakukan oleh organisasi perlindungan anak pada kasus itu.

Namun, kata lelaki brewok itu akan segera menindaklanjuti kejadian yang sampai saat ini pelaku penembakan kepada anak di bawah umur masih berkeliaran. “Segera saya pelajari kasusnya,” katanya.

Dia juga meminta laporan dan dokumen-dokumen lainnya seperti foto korban saat kejadian. Dan bagaimana kronologis kejadiannya. Saat sudah dijelaskan secara singkat dia akan menindaklanjutinya. “Kita akan minta pertanggungjawaban penyidikan atas kasus ini,” jelasnya. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...