Dugaan Mark Up Alkes RSU Latemmamala, KPK Sebut Bermasalah Dilelang

Jumat, 5 Juli 2019 - 08:17 WIB
Koordinator Wilayah VIII Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK RI, Adliansyah Malik Nasution saat ditemui di Hotel Four Poin by Sheraton, Kamis (4/7/2019). (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tim Korsupgah Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah-KPK) mengendus permasalahan lelang dalam kasus dugaan mark-up pengadaan alkes berupa Incenerator di RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng. Bahkan, KPK juga mendalami dugaan mark up.

Sebab, tahun 2018 lalu Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng menganggarkan pengadaan alat-alat kesehatan RSUD Latemmamala sebesar Rp25.359.455.800 pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pokok 2018.

Penambahan anggaran tersebut terkait upaya perbaikan fasilitas kesehatan di rumah sakit dan peningkatan layanan. Salah satu yang telah terealisasi yakni, pengadaan alat cuci darah (HD) di unit instalasi Hemodialisis UPTD RSUD Latemmamala.

Koordinator Wilayah VIII Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK RI, Adliansyah Malik Nasution mengatakan, awalnya memang ada pengaduan masuk ke KPK soal dugaan mark up di Soppeng, di kawasan di RS. Dari KPK diteruskan oleh inspektorat kabupaten untuk ditelusuri.

Laporan itu kata dia harus ditelusuri lagi, dan meminta tolong agar diaudit internal oleh Inspektorat Kabupaten Soppeng. “Dua bulan lalu, saya panggil bupati, sekda, sama inspektorat tanyakan hasilnya, mereka jawab kayaknya hasilnya tidak ada,” bebernya kemarin saat ditemui di Hotel Four Poin by Sheraton.

Kemudian, KPK sudah menyampaikan surat permintaan agar dugaan mark up itu diseriusin, dan meminta provinsi Sulsel melakukan supervisi kepada RSUD Latemmamala. “Ini pemeriksaan ulang. Setelah mereka paparan kepada kita, sepertinya ada terindikasi penyalahgunaan dalam lelang,” tambahnya.

Coki sapaan karibnya menuturkan, ada kesalahan dalam proses lelang, kemudian mark upnya pendalaman lebih lanjut. “Saya minta didalami khususnya perhitungan dari mark up itu. Karena harus diyakini itu pembandingnya yang betul-betul ril,” ucapnya.

“Pemeriksaan masih berlanjut, bulan depan kita punya gambaran dari hasil pemeriksaan ini,” sambung Coki. (gun)