Gagal ke Senayan, Petinggi Partai Ramai-ramai Incar Kursi BPK

Jumat, 5 Juli 2019 - 12:57 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Bos Lion Air dan juga Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana dikabarkan mendaftarkan diri sebagai calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2019-2024. Namun, ternyata Rusdi Kirana mencabut kembali keputusannya. Karena, dia ingin fokus menjadi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Malaysia.

Saat dikonfirmasi, Anggota Komisi IX DPR, Johnny G Plate membenarkan Rusdi Kirana menjadi calon anggota BPK. Namun hanya saja karena satu alasan Rusdi Kirana mengurungkan niatnya menjadi Anggota BPK. “Jadi belum mencalonkan. Akhirnya dia mencabut kembali (pencalonan menjadi anggota BPK),” ujar Johhny kepada wartawan, Jumat (5/7).

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem itu mengatakan, alasan Rusdi Kirana mengurungkan niatnya mendaftar menjadi anggota BPK, karena masih ingin berkonsentrasi kepada jabatannya sebagai Dubes Indonesia untuk Malaysia. “Jadi beliau masih ingin konsentrasi sebagai duta besar di Malaysia. Masih memilih menyelesaikan tugasnya sebagai duta besar dulu,” katanya.

Selain itu, Anggota Komisi XI DPR, Hendrawan Supratikno mengatakan selain Rusdi Kirana, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono juga mengundurkan diri dari seleksi anggota BPK. “Mengundurkan diri. Jadi hanya ada 62 nama saja dari 64 orang. Karena dua orang mundur,” kata Hendrawan.

Ini Untungnya Jika Munas Golkar Dipercepat

Gerindra Sulsel Akan Ganti Enam Ketua DPC

Perindo dan PSI Tak Ajukan Calon Menteri, Baiknya Tidak Banyak Mengkhayal

Sementara Hendrawan juga tidak mempermasalahkan adanya politikus yang mendaftar sebagai anggot BPK. Dia meyakini politikus bisa tetap profesional dalam mengemban jabatannya. “Kan ada orang yang latar belakangnya cukup memadai. Jangan anggap remeh. Mereka pintar-pintar,” pungkasnya.

Adapun banyak politikus yang mendaftar sebagai calon anggota BPK. Rata-rata mereka yang gagal menjadi caleg DPR RI periode 2019-2024 ini

Berikut ini daftar nama politikus yang mendaftar sebagai anggota BPK periode 2019-2024. Presiden PKS, Sohibul Iman, Daniel Lumban Tobing (PDIP), Pius Rustrilanang (Gerindra), Akhmad Mukowam (PPP), Ahmadi Noor Supit (Golkar), Tjatur Sapto Eddy (PAN), Haryo Budi Wibowo (PKB), Haerul Saleh (Gerindra), Wilgo Zainar (Gerindra), dan Nurhayati Ali Assegaf (Demokrat). (jp)

Loading...

One thought on “Gagal ke Senayan, Petinggi Partai Ramai-ramai Incar Kursi BPK

Comments are closed.