Jokowi, Jangan Salah Pilih Tim Ekonomi

Jumat, 5 Juli 2019 08:15
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Salah satu tantangan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), adalah realisasi penerimaan pajak dari tahun ke tahun yang selalu meleset dari target. Itu diungkapkan Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun.Menurutnya, persoalan pajak merupakan masalah serius, sehingga kementerian di bidang perekonomian pun harus menanganinya dengan sungguh-sungguh. Tidak bisa dianggap sepele, karena ini menyangkut banyak aspek penting.“Ada permasalahan sangat serius terhadap penerimaan pajak kita. Dan ini (pajak, red) adalah national interest kita. Siapa yang akan menjaga ini kalau bukan kita semua,” ujar Misbakhun dalam diskusi bertema ‘Plus Minus Paket Menteri Ekonomi di kabinet Jokowi’ yang digelar di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (04/07).Legislator asal Pasuruan Jawa Timur ini juga menjelaskan, pembenahan pajak harus dimulai dengan peningkatan tax ratio. Hanya saja, kata Misbakhun, angka tax ratio masih simpang siur. Karena itu, ia lantas membeberkan hitungannya.Dituturkan Misbakhun yang merupakan Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2018 mencapai Rp14.837,4 triliun. Adapun penerimaan pajak tahun lalu di angka Rp1.315 ,9 triliun. Dengan demikian angka tax ratio di kisaran 8,8 persen.Namun jika merujuk angka total penerimaan perpajakan (pajak dan cukai) yang mencapai Rp1.521,4 triliun, maka angka tax ratio di kisaran 10,25 persen. “Saat ini angkanya di kisaran 10,3 persen, tetapi selisih satu persen pun angkanya tetap triliunan,” paparnya.

Bagikan berita ini:
6
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar