Kasus HIV/AIDS di Provinsi Ini Naik 600 Persen

Jumat, 5 Juli 2019 10:30

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK–Penyebaran penyakit HIV dan AIDS di Kalimantan Barat semakin mengkhawatirkan. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalbar mencatat peningkatan jumlah pengidap penyakit ini mencapai lebih dari 600 persen per tahun. Masyarakat diharapkan dapat ikut bersama melakukan upaya pencegahan.“Masalah HIV dan AIDS di Kalbar sudah masuk kategori sangat rentan dan rawan,” kata Sekretaris Eksekutif KPA Provinsi Kalimantan Barat, Sy Toto Thaha Alkadrie kepada Pontianak Post.Menurutnya, dari awal berdiri sampai dengan akhir tahun 2018, KPA Kalbar telah menangani sebanyak 7.114 jiwa yang positif mengidap HIV, serta 1.414 jiwa yang positif AIDS. “Selain menangani HIV dan AIDS, kita juga kedatangan masalah baru yang juga marak, seperti TBC dan kanker. Jumlahnya kalau kita kolaborasikan sangat-sangat memprihatinkan,” ujarnya.Toto mengatakan, dari total 14 kabupaten dan kota di Kalbar, hampir seluruhnya ada masyarakat yang mengidap HIV dan AIDS. Penularan umumnya diakibatkan oleh pengidap yang kerap kali gonta-ganti pasangan saat berhubungan intim. Namun, saat ini telah ditemukan fenomena baru yang mana hubungan sesama jenis menjadi urutan kedua penyebab penularan virus HIV di Kalbar. Sementara faktor ketiga adalah penyebaran virus lewat jarum suntik yang telah digunakan oleh orang yang positif mengidap HIV AIDS, karena langsung bersentuhan dengan darah.“Karena seperti yang kita tahu bahwa penyakit ini sama seperti fenomena gunung es, yang semakin kita gali tak akan ada habisnya. Sementara untuk tingkat kenaikan pengidap di setiap tahunnya sangat besar, bahkan lebih dari 600 persen. Tentu angka tersebut sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Bagikan berita ini:
6
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar