KBRI Bangkok Fasilitasi Film Pilihan Kemdikbud di BAFF 2019

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BANGKOK— Pembukaan Bangkok ASEAN Film Festival (BAFF) yang kelima di Area Infinicity Hall, bioskop Paragon Cineplex lantai 5 Siam Paragon Mall, Rabu (3/7/2019) malam lalu, diramaikan para sineas, aktor, dan pers.

Dereten selebritas dari berbagai negara pun hadir. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah kali ini selain film-film dari negara ASEAN, ada juga film-film dari Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Tepat pukul 7 malam, pewara membuka acara dengan tayangan daftar film-film yang akan tayang pada festival yang akan berlangsung 3 – 8 Juli 2019. Kemudian para hadirin disuguhkan dengan pertunjukan seni bertema ASEAN dengan penampil yang mengenakan busana negara-negara ASEAN.

Detik-detik pembukaan secara resmi dilakukan oleh Deputi Perdana Menteri dan Chairman of the National Audio-Visual Committee, Dr.Wisanu Krua-ngam, didampingi oleh Menteri Kebudayaan, Mr. Vira Rojpojchanarat, dan Sekjen Kementerian Kebudayaan Mr. Kitsayapong Siri.

Festival BAFF kali ini meluncurkan 3 program yaitu ajang kompetisi film ASEAN FILM COMPETITION, ASEAN + 3 FAR EAST (Tongkok, Jepang, dan Korea Selatan), dan ASEAN CLASSIC. Ada 3 buah film Indonesia yang ditayang dalam festival ini.

Yang pertama, sebagai film terpilih dari pemerintah Indonesia oleh Pusat Pengembangan Film, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PusbangFilm Kemendikbud) mengirimkan film berjudul “Surau dan Silek” karya sutradara Arief Malinmundo, melalui koordinasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) serta Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KBRI Bangkok dengan Kementerian Kebudayaan Thailand masuk dalam program tayangan ASEAN + 3 FAR EAST.

Pihak KBRI juga melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak penyelenggara untuk memastikan partisipasi Indonesia dalam festival yang bergengsi ini.

Film kedua, berjudul “Ave Maryam” karya Ertanto Robby Soediskam masuk dalam program ASEAN Film Competition. Hasil kompetisi akan diumumkan pada malam penutupan tanggal 8 Juli 2019.

Sudah dua tahun berturut-turut film Indonesia meraih Film Terbaik dalam BAAF pada tahun 2017 dan 2018 ini, yaitu film “Istirahatlah Kata-kata” (Solo, Solitude) karya Yosep Anggi Noen pada tahun 2017 dan film “Sekala Niskala” (The Seen and Unseen) karya Kamila Andini pada tahun 2018.

Film ketiga, yang juga sebagai film pembuka festival pilihan panitia BAFF yaitu film karya Garin Nugroho yang berjudul “Kucumbu Tubuh Indahku/Memories of My Body”. Garin sendiri akan dianugerahi Lifetime Achivement Award pada malam penutupan festival. (rls/eds)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...