Kota Magelang Tampilkan “Peksi Jenas Parayuta Puspa” di Semarang Night Carnival

Jumat, 5 Juli 2019 - 00:25 WIB
Kelompok seni budaya Kota Magelang tampil dalam kirab International Semarang Night Carnival (ISNC) 2019 dalam rangkaian Rakernas Apeksi di Kota Semarang, Rabu (3/7) malam. (Ant)

FAJAR.CO.ID, MAGELANG – Kota Magelang menampilkan pertunjukan “Peksi Jenas Parayuta Puspa” di International Semarang Night Carnival (ISNC) di Kota Semarang, Rabu (3/7) malam dengan dominasi kostum warna kuning menyala.

Koordinator kelompok seniman asal Kota Magelang dalam perhelatan itu dalam keterangan di Magelang, Kamis malam (4/7), mengatakan bahwa menjadi bagian dari peserta kirab ISNC 2019 sebagai kebanggaan tersendiri bagi Kota Magelang dan terutama para seniman.

ISNC 2019 adalah karnaval seni budaya yang digelar untuk memeriahkan Rapat Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Sebanyak 4.128 peserta ikut kirab dengan disaksikan ribuan warga, termasuk delegasi Apeksi.

Sejak dua bulan lalu, kata dia, tim Kota Magelang mempersiapkan kostum yang dipakai para personel, termasuk koreografi dan musik pengiringnya. Tim dari Kota Magelang berjumlah 50 personel berasal dari lima komunitas, yakni Sanggar Srikandi, Sekar Dahlia, SMK 17 Kota Magelang, Komunitas Kyai Tuk Songo, dan Sanggar Nirwana.

“Saya bertanggung jawab di kostum, sedangkan koreografi Mbak Lyra Deblow dan Nirmala. Untuk penata musik Mas Inung dan Anton Nugroho,” katanya.

Gepeng menjelaskan kostum “Peksi Jenas Parayuta Puspa” bertema Burung Gelatik Madu dengan ciri semburat kuning bergerombol dan bergerak bersama di persawahan.

Hal itu, katanya, menjadi inspirasi bagi strategi perang yang dilaksanakan Pangeran Diponegoro dan Jenderal Sudirman dalam menghadapi penjajahan pada masa lalu. Kedua pahlawan itu erat kaitan dengan Kota Magelang.

“Kelincahan dan kegesitan Gelatik Madu serta pesona ‘Sejuta Bunga’ yang menjadikan gambaran bahwa warga dan Pemerintah Kota Magelang selalu bergerak bersama dan bersinergi untuk memajukan kota cerdas, kreatif, dan cekatan,” katanya.

Makna lain atas penampilan Kota Magelang itu, katanya, bahwa kota dengan tiga kecamatan dan 17 kelurahan tersebut telah berhias dengan segala infrastrukturnya. Berbagai kemajuan kota telah menarik wisatawan untuk berkunjung.

“Melalui pertunjukan, kami juga ingin menyampikan kalau Kota Magelang sebagai kota jasa, menawarkan layanan-layanan yang ramah layaknya bunga sehingga dapat memanjakan wisatawan bahkan untuk berinvestasi lama,” katanya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyatakan senang dan bangga karena kelompok seniman dari kota itu unjuk kebolehan di hadapan ribuan warga dan delegasi Apeksi.

Sigit juga ikut turun ke arena kirab dan berjoget bersama peserta.

“Ini ‘event’ untuk menunjukkan kepada dunia kalau Indonesia kaya seni dan budaya. Di sisi lain saya bangga ada kelompok kita asal Kota Magelang yang terlibat menampilkan karya sangat menarik dan sarat makna. Kreativitas kita tidak kalah dengan yang lainnya,” katanya. (hms-ant)