OJK Temukan 1.087 Fintech Tak Berizin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Masyarakat diminta lebih berhati-hati jika ingin melakukan peminjaman dana secara online. Sebab Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi kembali menemukan 140 entitas baru, yang melakukan kegiatan usaha peer-to-peer lending ilegal atau tidak memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun jumlah financial technology (fintech) peer-to-peer lending tidak berizin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi pada 2018 sebanyak 404 entitas. Sedangkan pada 2019 sebanyak 683 entitas. Sehingga secara total saat ini yang telah ditangani sebanyak 1.087 entitas.

Kepala OJK Kaltim, Dwi Ariyanto mengatakan, berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi di Google Play Store, masih banyak fintech yang melakukan operasi tanpa izin. Meskipun sudah banyak fintech yang ditutup, namun tetap saja banyak aplikasi baru yang muncul pada website dan Google Play Store.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengakses atau menggunakan aplikasi fintech peer-to-peer lending yang tidak berizin,” ujarnya, Jumat (5/7).

Apabila ingin meminjam dana secara online, masyarakat harus melihat daftar aplikasi fintech peer-to-peer lending yang telah terdaftar di OJK pada website www.ojk.go.id.

Tidak bisa dipungkiri, peminjaman uang berbasis online kian diminati masyarakat karena kemudahannya. Di Kaltim tercatat penyaluran pinjaman dari pendanaan online hingga Maret 2019 sudah mencapai Rp323 miliar. Dengan jumlah peminjam mencapai 77.054 akun. Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan pengujung 2018 yang baru mencapai 46.977 entitas peminjam.

Tak Higienis, 7 Ton Daging Impor Disita

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...