Otonomi Hong Kong, Inggris Peringatkan Tiongkok

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, LONDON – Inggris menaruh perhatian serius pada gelombang protes yang terjadi di Hong Kong, terkait RUU ekstradisi yang kontroversial beberapa waktu terakhir.

Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt kembali memperingatkan Tiongkok bahwa akan ada konsekuensi serius bila Tiongkok ikut campur dalam menangani pengunjuk rasa di Hong Kong. Menurutnya, Tiongkok harus menghormati otonomi tingkat tinggi Hong Kong.

“Inti keprihatinan masyarakat adalah hal yang sangat berharga yang dimiliki Hong Kong, yang merupakan sistem peradilan yang independen,” kata Hunt seperti dimuat BBC, Kamis (4/7).

“Inggris memandang situasi ini dengan sangat, sangat serius,” tambahnya.

Kunjungi Jendela Indonesia Manado, Jokowi: Fasilitas Jangan Terlambat Diperbaiki

Jaksa KPK: Ada Apa Pak Menteri Gelembungkan Rp47 Miliar

OJK Temukan 1.087 Fintech Tak Berizin

Dia bersikeras bahwa Inggris tidak akan tinggal diam jika Tiongkok menindak para pengunjuk rasa di wilayah bekas jajahan Inggris itu. Hunt memperingatkan agar pemerintah Tiongkok tidak menanggapi protes di Hong Kong dengan penindasan.

Komentar Hunt tersebut dikeluarkan tidak lama setelah Tiongkok memperingatkan Inggris untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negerinya.

Hong Kong diketahui adalah koloni Inggris selama lebih dari 150 tahun, tetapi dikembalikan ke Tiongkok pada tahun 1997 setelah perjanjian ditandatangani oleh kedua negara. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...