Parpol Ramai-ramai Minta Jatah Menteri, PDIP: Apa yang Salah?

Jumat, 5 Juli 2019 - 13:17 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Bagi-bagi jatah kursi di kabinet terus menjadi topik pembahasan setelah Jokowi-Ma’ruf Amin, dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Misalnya PKB meminta 10 menteri. Sementara Nasdem mengajukan 11 menteri.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eriko Sotarduga mengatakan, menjadi haknya partai politik mengajukan jumlah menteri. Sehingga ia menilai wajar beberapa parpol sudah mengajukan permintaan tersebut.

“Apa ada yang salah dengan permintaan itu? kan tidak ada yang salah. Boleh saja itu kan masing-masing hak dari masing-masing partai kalau misalnya PKB minta 10 menteri atau ada Nasdem minta 11 menteri wajar saja tidak ada yang keliru,” ujar Eriko kepada wartawan, Jumat (5/7).

Menurut Eriko, semua posisi menteri ada di tangan Presiden terpilih Jokowi. Diterima atau tidak mengajukan jumlah menteri adalah ranahnya kepala negara. Sehingga PDIP tidak ingin ikut campur. “Sudah kita sepakati bersama bahwa memang Pak Presiden Jokowi punya hak prerogatif,” katanya.

Mengenai posisi jumlah menteri. PDIP mempercayakan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. Apapun yang diputuskan Jokowi terbaik juga bagi PDIP. Eriko meyakini Jokowi akan bijak dalam menentukan komposisi menteri.‎ Misalnya berkomunikasi dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam urusan kabinet.

Kata Marc Marquez Jelang MotoGP Sachsenring

Pertamina Sulawesi Jamin Pasokan Avtur Jelang Pemberangkatan Haji

Gagal ke Senayan, Petinggi Partai Ramai-ramai Incar Kursi BPK

“Beliau (Jokowi) sebagai negarawan yang mempunyai suatu etika yang luar biasa selalu membicarakan hal itu juga, dengan ketum termasuk dengan Ibu Megawati Soekarnoputri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin berharap bisa mendapat 10 jatah menteri dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin di periode 2019-2024.

Tak mau kalah‎, Partai Nasdem ikut-ikutan meminta 11 jatah menteri ke Presiden terpilih Jokowi. Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Tengku Taufiqulhadi mengatakan alasan menhajukan banyak menteri karena perolehan kursi Nasdem lebih besar dari PKB di DPR. (jpnn)

Loading...