Sudah Punya Istri, ABG Memperkosa Murid SD

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,SAMPIT — Kasus pencabulan terhadap seorang anak wanita 8 tahun yang terjadi di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur pada 17 Juni 2019 lalu memasuki babak baru. Karena tersangka yang baru berusia 16 tahun beserta barang bukti dan berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sampit untuk proses hukum lebih lanjut.

Tersangka dalam kasus ini adalah ABG (16). Dia didakwa telah memperkosa seorang anak wanita yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) berumur 8 tahun.

Menurut pengakuan tersangka yang sudah memiliki istri ini, aksi ini bermula pada Senin (17/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu dia berada di rumah paman korban di Kecamatan Teluk Sampit. Korban juga ada di rumah itu. Sementara pamannya kebetulan keluar rumah.

“Keadaan rumah paman pada saat itu kebetulan tidak ada orangnya. Korban masuk rumah, menuju tempat tidur dan peristiwa memalukan tersebut pun terjadi,” kata ABG kepada Kalteng Pos saat ditemui di Kejaksaan Negeri Sampit, Selasa (2/7).

Setelah memperkosa korban, ABG mengaku langsung pergi. “Saya baru saja menikah sekitar 6 bulan yang lalu. Itu pun nikah siri. Sebab kami masih di bawah umur. Entah apa yang ada di benak saya sehingga tega dan nekat melakukan hubungan dengan korban. Saat ini istri saya bersama ayah,” jelasnya.

Tersangka mengaku baru pertama melakukan pemerkosaan tersebut. “Korban melaporkan ke pihak keluarga terkait peristiwa yang dialami. Hal ini membuat saya malu atas kejadian tersebut,” ungkapnya.

“Tidak ada keinginan untuk melakukan hubungan terlarang tersebut. Namun sepintas saja ada di benak saya untuk mencabuli korban yang berbaring di tempat tidur. Saya menyesal atas perbuatan yang dilakukan kepada korban, apalagi masih berusia 8 tahun,” sesalnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan berkas, penyidik mengaku buktinya sudah cukup, sehingga tetap menahan dan memproses hukum terhadap ABG. “Saat ini pelaku ditahan di Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS) di Lembaga Pemasyarakatan Sampit selama 5 hari ke depan, mulai pada 2 Juli sampai 6 Juli 2019 mendatang,” kata seorang jaksa di Kejari Sampit, kemarin. (prokal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...