Tak Bisa Kerja PR, Guru Hukum Siswi dengan Aksi Cabul

FAJAR.CO.ID, LAMONGAN--Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, menyayangkan kasus asusila yang dilakukan guru SD di Kecamatan Kedungpring. Kepala Disdik Lamongan, Adi Suwito, mengatakan, SP, 42, nama guru yang dilaporkan melakukan pencabulan, diberhentikan lebih dulu.

Dia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ditangani pihak berwajib. ‘’Karena guru tersebut statusnya PNS, jadi ada tahapan terlebih dahulu. Serta menunggu sidang berlangsung,’’ ujarnya saat dihubungi kemarin (4/7).

Menurut dia, bila nantinya ada keputusan hukum tetap, maka Disdik bakal memberikan kebijakan lagi. Nantinya, Disdik juga berkoordinasi dengan bagian hukum, inspektorak, dan BPKAD.

Dari kejadian tersebut, Adi meminta semua kepala sekolah lebih dekat dengan siswanya. Sehingga, mengetahui keganjilan yang ada atau keluhan muridnya. Jangan sampai kejadian terus berlanjut hingga lama baru diketahui.

‘’Saya kira orang tua juga turut serta melakukan pendekatan kepada anaknya pada saat di rumah agar mengetahui keluh kesah anaknya saat belajar di sekolah,’’ imbuhnya.

Seperti diberitakan, SP, 42, inisial guru asal Kecamatan Kedungpring dilaporkan mencabuli siswinya, R, 11. Pelapor kasus itu Agus S, 48, wali murid R. Dia mendengarkan penjelasan bahwa anaknya dan sejumlah teman lainnya diperlakukan tidak senonoh. Perlakuan itu sebagian diterapkan kepada siswa yang tidak bisa mengerjakan tugas.

‘’Setelah saya tanya, kejadian tersebut mulai bulan Oktober sampai Desember 2018. Hampir setiap hari,’’ klaimnya.

Menurut dia, para korban telah diancam pelaku. Mereka tidak boleh menceritakan perbuatan pelaku kepada orang lain. Korban juga diancam bakal diberi nilai jelek dan tak naik kelas. ‘’Setelah bercerita, anak saya yang paling parah sendiri,’’ imbuhnya

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...