Target PAD Tak Tercapai, Pemkab Tator Devisit Rp16 Miliar


FAJAR.CO.ID, MAKALE — Pansus laporan pertanggungjawaban APBD tahun 2018 kejar masalah hutang dan target PAD yang tidak tercapai. PAD tahun 2018 menarget Rp184 miliar, sementara yang terelisiasi hanya Rp106 miliar. Hal itu mengakibatkan defisit sebesar Rp16 miliar.Sektor pendapatan tak maksimal menjadi sumber kantong PAD. Sektor pendapatan retribusi perhubungan, pendapatan rumah sakit, pajak rumah potong hewan, retribusi pariwisata serta sumber lainya tak penuhi pemasukan.Target pajak pajak Rp15 milyar tereliaiasi 9 milyar, retribusi daerah target 18 milyar tereliasasi 10 milyar retribusi jasa usaha target 15 milyar realisasi hanya 7 milyar dan sejumlah target lainnya yang tidak tercapai.Hutang pun kian membengkak. Hingga tahun 2018 hutang pemkab sudah mencapai Rp84 miliar. Dinas PUPR jadi Rp57 miliar, PRKP Rp12 miliar, Diskes Rp4 miliar, pendidikan Rp900 juta, Dinas Pertanian Rp1 miliar , dan OPD termasuk hutang di kecamatan.”Kita sementara cari tahu penyebab dan kendalanya kenapa capaian tidak maksimal. Khusus hutang apapun alasanya itu kita rekomendasikan untuk dibayar,” tegas Luhter Patasik selaku Ketua Pansus di sela-sela rapat pansus dengan OPD terkait, Jumat, 5 Juli 2019.Capai target PAD yang minim itu karena lemahnya SDM pengelola dan masih banyaknya jabatan yang lowong.Sementara Margareta, Kepala Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah, menjelaskan bahwa hutang akan dibayar yang sudah memenuhi syarat. Para rekanan yang proyeknya sudah selesai dan memenuhi syarat untuk dibayarkan akan jadi prioritas .

KONTEN BERSPONSOR

Komentar