“Anak Muda Palsu”, Komedi Segar, Cerdas, dan Menghibur

0 Komentar

Oleh Jeri Wongiyanto
Pengamat dan Pecinta Film

SUKSES dengan “Uang Panai “ (2016) Finisia Production kini merilis film komedi terbaru “Anak Muda Palsu” yang diproduseri Sunarrti Sain dan Amril Nuryan. Film ini sekaligus membuktikan sineas muda Makassar makin produktif membuat film nasional.

Mahasiswa tua sering mendampat julukan buat para mahasiswa yang sudah lama kuliah namun tak kunjung menyelesaikan gelar sarjananya. Masalah yang sangat melekat di dunia perkuliahan. Ini juga terjadi pada empat mahasiswa tingkat akhir di Universitas Hasanuddin (Unhas Makassar).
Desakan orang tua, serta tekanan orang sekitar menjadikan beban bagi mereka, Tumming (Tumming), Abu (Abu), Ilham (Reo Ramadhan) dan Darwis (Hisyam Ramadhiandra) berjuang keras, untuk ujian dan diwisuda bersama.

Komitmen ini sudah mereka ‘deklarasikan’ berempat, apapun yang terjadi di tengah krisis ekonomi alias uang bulanan dari orangtua tak lagi bisa diandalkan, juga sulitnya menembus para dosen pembimbing yang beragam karakter agar bisa ikut sidang. Mereka harus mencari cara untuk bisa lulus. Belum lagi harus menghadapi ibu kos (Luna Vidya) yang galak dan tak kenal kompromi untuk urusan sewa kos.

Perjuangan pun dimulai, problematika empat anak muda yang disebut Ibu kos sebagai “Anak Muda Palsu” ditampilkan dengan apa adanya. Tekanan dan beban mereka kemudian menjadi tontonan yang menarik disimak. Ada banyak bertaburan adegan-adegan konyol namun diramu dengan komedi cerdas yang mampu membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Dialog kocak berbahasa Makassar juga tak ketinggalan ditampilkan.

Film ini juga dengan ‘cantik’ menyidir para dosen yang kerap mempersulit mahasiswanya. Kehidupan realitas mahasiswa digambarkan dengan baik dan tidak lebay. Alur kisahnya pun mengalir tanpa hambatan.

Ada beberapa kelemahan sinematography di beberapa scene, namun berhasil ditutupi dengan plot cerita yang kuat dan akting prima Abu dan Tumming yang memang sudah sangat dikenal sebagai youtuber dengan banyak penggemar. Sebagai pendukung Hisyam dan Reo juga bermain dengan baik. Sebagai catatan kecil, yang menarik juga adalah penampilan Luna Vidya sebagai ibu kost ikut memperkuat film ini.

Film yang mengangkat kearifan lokal ini, dibesut sutradara Ihdar Nur. Sukses mengiring penonton, dengan membangun pondasi cerita yang tidak membosankan, hingga film usai. Hebatnya lagi, adegan klimaks disajikan dengan memikat, hingga penonton dijamin terbawa perasaan alias baper. Masa-masa kuliah yang penuh lika-liku, hingga petualangan asmara akan menjadi tontonan segar yang menghibur. Jangan sampai Anda melewatkan film ini begitu saja.(**)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...