FKIP Umpar Sasar Empat Sekolah Implementasikan Program Hibah Dosen

Sabtu, 6 Juli 2019 - 17:23 WIB
IST

FAJAR.CO.ID, PAREPARE – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Parepare (FKIP Umpar) menyasar empat sekolah di Parepare, untuk mengimplementasi program hibah dosen.

Program hibah dosen ini dinamai Program Dosen ke Sekolah (PDS) dan akan masuk mengajar di SMPN 2 Parepare, SMPN 3 Parepare, SMAN 4 Parepare, dan SMA Muhammadiyah Parepare.

“Kalau di SMPN 2 dan 3 kita akan mengajar Matematika dan di SMAN 4 dan SMA Muhammadiyah Parepare kita akan mengajar bahasa Inggris,” ucap Rektor Umpar, Prof. Dr. Muhammad Siri Dangnga, Sabtu (6/7/2019).

Terkait sosialisasi, tim PDS FKIP Umpar yang diketuai oleh Dr. Marwati Abd. Malik, dan dua orang anggota Dr Mas’ud B dan Badaruddin SPd ini, juga sudah menyelenggarakannya pada 2 Juli.

Hadir Rektor Umpar bersama Pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Umpar, yaitu Wakil Dekan I dan III, dosen pelaksana PDS, pengawas sekolah, dan mitra sekolah yang terdiri dari kepala sekolah dan Guru Matematika dan Bahasa Inggris.

“Kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari MoU kerjasama antara Umpar Parepare khususnya FKIP dengan sekolah mitra yang ada di Kota Parepare,” kata Prof Muhammad Siri Dangnga.

Pada kegiatan sosialisasi ini pula, hadir Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan Kota Parepare, Syahrir Magga.

Syahrir pun berharap, program ini bisa meningkatan kualitas pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang bermutu dan berdaya saing di sekolah. Menjadi jembatan bagi dosen untuk bisa lebih mengenal karakter siswa dan manajemen pembelajaran di sekolah.

“Semoga melalui program ini dosen bisa menjadikannya referensi dalam mengembangkan kurikulum di perguruan tinggi,” tambahnya.

Ketua tim PDS Umpar, Dr Marwati Abd Malik, mengatakan, tujuan program ini agar memberikan pengalaman bagi para dosen FKIP Umpar dalam memahami perkembangan dan karakteristik peserta didik dan mengelola kegiatan pembelajaran yang mendidik di sekolah.

“Terpenting menghayati pengalaman keseharian dan nuansa sosio-kultural sekolah,” bebernya. (rls-sua)