Napi Beraksi di Panggung, Rp30 Juta Bantuan Korban Bencana Terkumpul

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menggelar Ekspose Kesenian dan Budaya yang dihadiri pejabat yang tergabung dalam Ikatan Alumni Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (IKA PIMNAS). Pada acara ini, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) unjuk kebolehan mereka dalam berolah seni.

Acara yang dirangkaikan halalbihalal IKA PIMNAS dan dibuka Ketua Ika Pimnas Bambang Hendroyomo ini sekaligus menjadi ajang penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Samarinda, Kalimantan Timur, dan Konawe, Sulawesi Tenggara. Dari acara tersebut terkumpul dana sebanyak Rp30 juta.

Para WBP yang tampil di acara ini berasal dari Lapas Khusus Narkotika Kelas IIA Jakarta, lapas Karawang, lapas Bekasi dan Lapas Kelas III Cikarang. Mereka unjuk kebolehan dengan memainkan dan menyuguhkan permainan musik gamelan, degung, keroncong dan band kepada tamu yang mayoritas merupakan pimpinan tinggi madya dari berbagai kementerian dan lembaga.

Dirjenpas, Sri Puguh Budi Utami dalam kesempatan itu mengatakan, selain untuk mengapresiasi kesenian-kesenian yang ada di Indonesia, ekspose tersebut juga sebagai wadah aktualisasi bagi warga binaan pemasyarakatan. Khususnya yang sukses menjalani pembinaan di dalam Lapas, sehingga memiliki kemampuan di bidang kesenian. “Ini bukti nyata bahwa sebelum proses integrasi, kepada pada WBP sudah dilakukan pembinaan dan asimilasi yang terukur dan terencana,” kata Dirjen Utami.

Semua itu menjadi bagian dari mekanisme yang harus dilakukan sebelum WBP berintegrasi kembali ke dalam masyarakat. Untuk itu kepada mereka yang memenuhi syarat Ditjenpas memberikan kesempatan mengekspos kemahiran melalui berbagai pameran, festival dan aneka momen lain yang memungkinkan. “Itu semua dilakukan sebagai bagian dari proses asimilasi sebelum integrasi yang sesungguhnya dijalankan,” jelas Utami.

Lebih lanjut Dirjen menjelaskan bahwa puncak dari ekspose yang diselenggarakan itu adalah pada saat hari kemerdekaan Indonesia, Agustus mendatang. “Kami Ditjenpas insya Allah akan membuat perhelatan akbar kesenian yang akan diikuti seluruh narapidana di Indonesia. Semoga ikhtiar ini bisa berjalan dengan baik dan sukses,” ujar Utami.

Acara tersebut dan acara puncak nanti sejatinya menjadi ajang kolaborasi berbagai kementerian dan lembaga dalam mengembangkan kesenian dan budaya Indonesia.

‘Unjuk kebisaan’ para WBP di luar Lapas dan Rutan tersebut bukan yang pertama dilakukan. Lapas Cikarang, misalnya, memiliki grup orkes keroncong sendiri bernama ‘Oke Lacika’. Mereka kerap menghibur masyarakat di berbagai perhelatan besar. Termasuk tampil di Balai Kartini, Museum Seni dan Kerami di Kota Tua, Jakarta, Jakarta Conventon Center (JCC).  Bahkan Oke Lacika sempat pula menghibur Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat menghadiri sebuah acara yang juga dihelat IKA PIMNAS, Maret lalu. (rls/amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...