Rumput Laut Lawi-Lawi Cegah Infeksi

Sabtu, 6 Juli 2019 - 13:13 WIB

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Rumput laut lawi-lawi menjadi salah satu komoditas rumput laut yang baik dikonsumsi karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Apalagi bila diberikan pada anak-anak yang rawan terkena penyakit infeksi dan mampu menurunkan kejadian diare dan kecacingan.

Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Widya Astuti Haris membuat formulasi bakso rumput laut lawi-lawi substitusi ikan layang selain sebagai penambah gizi juga memberikan tesktur warna dan rasa yang baik.

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif lapangan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimentatif dengan desain true-eksperimen.

Model true-eksperimen yang digunakan yaitu Posttest Only Control Group Design dengan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dimana formulasi 1 yakni 100 persen rumput laut lawi-lawi sebagai kontrol, formulasi 2 yakni 75 persen rumputlaut lawi-lawi dan 25 persen ikan layang.

Formulasi 3, 50 persen rumput laut lawi-lawi dan 50 persen ikan layang. Formulasi 4 yakni 25 persen rumput lawi-lawi, 75 persen ikan layang.

“Salah satu jenis pangan olahan yang digemari masyarakat segala usia saat ini dan juga merupakan usaha diversifikasi produk yang dapat dikembangkan dan berpeluang menambah nilai tambah suatu produk (added value) yaitu bakso untuk itu kami melakukan penelitian ini,” ujarnya.

Beberapa preparasi alat dan bahan berupa rumput laut lawi-lawi, ikan layang, tepung terigu,tepung tapioca, bawang putih, telur, air, garam, merica dan seledri.

Hasil penelitian di dapatkan, rata-rata nilai kandungan gizi karbohidrat, protein, lemak, zat besi dan air pada bakso rumput laut lawi-lawi berturut-turut yaitu 25,74 persen tertinggi pada formulasi 2 , 4,3 persen tertinggi pada formulasi 5 , 6,39 persen tertinggi pada formulasi 3, 52,68 persen tertinggi pada formulasi 1 dengan total kalori terbesar yaitu formula 3 (50:50) dengan total kalori 45,11 persen .

Sedangkan pada hasil organoleptik untuk mutu hedonik dan uji hedonik menunjukkan bahwa yang paling baik dari segi warna, tekstur, aroma, rasa dan tingkat kesukaan yaitu formula 4 (25:75). “Jadi rekomendasi produk terbaik dari keempat sampel untuk zat gizi makro maupun mikro yaitu perbandingan 25:75,” ujarnya. (Ind)