Sekprov: Virus Korupsi yang Menyerang Jateng harus Kita Keroyok Bareng-bareng

Sabtu, 6 Juli 2019 - 09:32 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono KS saat prosesi pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Ruang Rama Shinta Patra Jasa Hotel Jumat (5/6). (hms)

SEMARANG, RAKYATJATENG – Suasana haru menyelimuti Ruang Rama Shinta Patra Jasa Hotel Jumat (5/6) pada prosesi pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Usai mengemban tugas selama 19 bulan terakhir sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Sadiman resmi digantikan oleh pejabat baru Yunan Harjaka.

“Saya menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Saya atas nama pribadi, keluarga, maupun kedinasan. Saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan bahwa selama kami bergaul dengan Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian selama 19 bulan 10 hari ini mungkin banyak sekali tutur kata dan tingkah laku yang tidak berkenan di hati,” ujar Sadiman didampingi istrinya.

Sadiman juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan hibah kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah berupa pembangunan gedung intelijen. Pihaknya menjelaskan, beberapa waktu lalu telah melakukan groundbreaking bersama Forkopimda Jawa Tengah.

“Saya mengucapkan terima kasih Pak Sekda telah berkenan membantu menghibahkan membangunkan gedung kantor intelijen Kejati,” lanjutnya sembari tersenyum.

Sementara itu, Yunan Harjaka yang kini resmi menggantikan Sadiman sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan Pemprov Jateng dan pihak terkait lainnya, untuk mewujudkan penegakan hukum yang baik.

“Penegakan hukum tidak akan berjalan jika dilakukan dengan sendiri. Tentunya diperlukan sinergi, selain dengan aparat penegak hukum, juga seluruh tokoh dan elemen masyarakat. Sehingga Provinsi Jawa Tengah dapat terjalin penegakan hukum yang baik dan ini tidak terlepas dari peran kita semua dan apa yang telah dilakukan oleh pejabat terdahulu,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono KS mengapresiasi kinerja Sadiman yang selama 19 bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Menurutnya, Sadiman mampu menegakkan integritas dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pihak terkait lainnya.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Sadiman yang selama kurang lebih 19 bulan ini bekerjasama dengan kami membangun dan mengabdikan diri untuk memajukan bidang hukum di Jawa Tengah. Tugas dan wewenang yang diberikan kepada Bapak telah dilakukan dengan baik, penuh integritas, dan kerja keras,” ujarnya.

Sementara itu, kepada Yunan Harjaka yang kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Sri Puryono berpesan agar dia dapat segera beradaptasi di lingkungan kerja yang baru dan bersinergi dengan pihak terkait untuk menegakkan hukum di provinsi ini.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah itu menjelaskan, beberapa pekerjaan rumah di bidang hukum yang terjadi di provinsi ini perlu ditangani secara serius. Seperti tindak pidana korupsi, suap, pungutan liar, dan gratifikasi.

“Berbagai cara telah, sedang dan akan terus kami lakukan, dalam rangka melawan korupsi. Salah satunya adalah dengan melakukan reformasi birokrasi,” ujarnya

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sambung dia, juga telah melakukan pelatihan integritas yang melibatkan seluruh bupati/wali kota dan wakilnya se-Jawa Tengah. Pada pelatihan ini pejabat daerah memeroleh edukasi untuk menerapkan nilai-nilai integritas di masing-masing wilayah kerjanya.

Sri Puryono menambahkan, Pemprov Jateng mendorong setiap kepala daerah di Jateng untuk belajar bersama KPK, agar sukses memberantas korupsi. Program ini menjadi pelopor pertama di Indonesia.

“Dengan adanya terobosan ini diharapkan mampu mengurangi dan memberantas korupsi di kalangan birokrasi. Virus korupsi yang menyerang Jawa Tengah harus kita keroyok bareng-bareng,” tegasnya. (hms/yon)