Laode M Syarief Masih Ingin Bertahan di KPK

Minggu, 7 Juli 2019 - 17:42 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Nama-nama calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih ditutup rapat panitia seleksi (pansel). Namun, sebagian capim itu sudah mengumumkan pendaftaran dirinya sebagai kandidat komisioner lembaga superbodi tersebut. Hingga pendaftaran ditutup pukul 00.00 Jumat (5/7), total ada 384 nama yang masuk sebagai kandidat.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Selain Polri, kejati, dan internal KPK, ada dari TNI, pengacara, hakim, akademisi, serta swasta. Nama-nama yang lolos administrasi baru dirilis secara resmi oleh pansel pada Kamis (11/7).

Berdasar informasi yang dihimpun, 16 nama dari KPK yang dipastikan telah mendaftar capim berasal dari beragam elemen. Mulai pimpinan, penasihat, pejabat struktural, hingga pegawai spesialis tingkat madya dan utama. Tiga orang komisioner yang mendaftar adalah Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, dan Laode M. Syarief.

Di level pejabat struktural ada Pahala Nainggolan (Deputi Penindakan), Sujanarko (Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antarkomisi dan Instansi), Giri Suprapdiono (Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat), dan Chandra Sulistio Reksoprodjo (Kepala Biro Sumber Daya Manusia).

Dari level pegawai spesialis ada lima orang. Yakni, M. Najib Wahito, Abdul Jalil Marzuki, Hotman Tambunan, Adhi Setyo Tamtomo, dan Insan Fahmi.

Mayoritas lebih dari 10 tahun menjadi pegawai tetap KPK. Pendaftar lainnya merupakan ahli di strategis nasional (stranas) pencegahan korupsi yang berkantor di KPK, yakni Dedi Haryadi, Fridolin Berek, dan Hayi D.M.

Sementara itu, meski merekomendasi 11 perwira tinggi (pati), Polri belum mengetahui secara pasti siapa saja yang akhirnya mengikuti seleksi. Keputusan mendaftar atau tidak merupakan hak masing-masing individu. “Pati itu bila mendaftar merupakan hak individu,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Salah satu pati Polri yang sudah terbuka “mendeklarasikan” diri mendaftar capim adalah Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Politik (Sospol) Irjen Ike Edwin. Dia menyerahkan berkas pendaftaran langsung kepada pansel dengan diantar anak istrinya naik taksi pada Kamis (4/7).

Polres Banyumas Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

Start di Posisi 11, Rossi: Hubungan Saya Sedang Tidak Fantastis

Nikita Mirzani Pesan Agar Kriss Hatta Tak Nyelutuk Lagi

Ike Edwin pernah menjabat Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri pada 2010. Pada tahun itu, Polri melalui satuan tugas (satgas) pemberantasan mafia hukum (PMH) berhasil mengamankan mafia pajak Gayus Tambunan yang bersembunyi di Singapura. Penjemputan tersebut digadang-gadang merupakan salah satu prestasi Ike Edwin.

Selain Ike Edwin, capim KPK dari Polri yang dipastikan mendaftar adalah Irjen Antam Novambar. Kepastian itu diperoleh Jawa Pos dari sumber internal kepolisian. Antam kini menjabat wakil kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Polri.

Sekjen Transparency International Indonesia (TII) Dadang Trisasongko menyebut capim yang berasal dari internal KPK memiliki kelebihan. Mereka dianggap lebih memahami kondisi dan permasalahan yang dihadapi KPK saat ini. Khususnya terkait masalah intervensi dan konflik kepentingan.

“Itu kelebihan dari dalam, seharusnya jadi nilai lebih dibanding (capim) yang lain,” katanya. (jp)

Loading...