10 Calon Taruna Akpol Semarang Dipulangkan karena Gagal Tes Kesehatan

Senin, 8 Juli 2019 - 18:57 WIB
Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen Pol Sudarsono saat pengumuman seleksi Catar Akpol tahap I di Gedung Cendikia Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Senin (8/7). (sen)

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Panitia seleksi penerimaan calon taruna (catar) Akademi Kepolisian (Akpol) memulangkan 10 catar dalam pengumuman pengumuman tahap pertama.

Kesepuluh catar tersebut terdiri 8 taruna dan 2 taruni. Mereka dipulangkan karena gagal memenuhi syarat dalam tes kesehatan. Dengan demikian, dari jumlah keseluruhan 382 catar, hanya sebanyak 372 yang berhak mengikuti seleksi tahap berikutnya.

Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen Pol Sudarsono mengatakan, memasuki tahap pertama, panitia telah melakukan pemulangan pertama terkait seleksi Administrasi Pusat Angkatan 2018/2019. “Tahap pertama ini kita melaksanakan seleksi untuk administrasi, alhamdulillah untuk administrasi sejumlah 382 dinyatakan memenuhi syarat. Kemudian dari kesehatan, kita temukan ada 10 calon taruna (catar) yang dinyatakan tidak memenuhi syarat,” kata Sudarsono saat acara pengumuman seleksi Catar Akpol tahap I di Gedung Cendikia Akademi Kepolisian Semarang (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, Senin (8/7) pagi.

Hanya saja, pihaknya tidak menjelaskan penyebab ke-10 catar itu dinyatakan tidak memenuhi syarat. Namun, yang bersangkutan diberikan konsultasi.

“Ada tim konseling yang menjelaskan kenapa yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat. Jadi yang bersangkutan bisa memperbaiki untuk tahun depan. Sehingga pada saat nanti seleksi di tahun depan, yang bersangkutan bisa untuk mengobati atau menyembuhkan apa yang menjadi temuan dari pusdokkes,” katanya.

Untuk selanjutnya para catar yang dinyatakan lolos seleksi tahap pertama selanjutkan mengikuti tes psikologi yang dilangsungkan di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

“Tentunya materi psikologi, kami tidak bisa menjelaskan apa-apa saja. Nanti tim dari AKA Tes Psikologi yang nantinya bisa memberikan gambaran secara jelas. Kami sebagai tim wakil ketua tingkat pusat untuk meng-handle tugas-tugas dari katim-katim yang melaksanakan seleksi,” jelas Sudarsono.

Menurutnya, tahapan berikutnya setelah psikologi ada Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) yang akan dilaksanakan setelah pemulangan kedua. “Jadi pemulangan kedua dilaksanakan pada tanggal 14 Juli. Dilaksanakan sidang lagi untuk mengetahui hasil daripada tes psikologi dan PMK ini,” ujarnya

Dia menjelaskan, kuota yang akan dipilih sebanyak 250. 220 untuk Taruna dan 30 untuk Taruni. Bagi mereka yang nanti tidak lulus terpilih, diberi kesempatan untuk masuk bintara.

“Kalau di akhir nanti semua memenuhi syarat namun karena kuota yang terbatas, sehingga (bagi yang tidak lulus terpilih) kita berikan fasilitas untuk bisa mengikuti pendidikan bintara pada Polda dimana yang bersangkutan dikirim,” imbuh Sudarsono. (sen)