Final Piala Indonesia, PSM Punya Motivasi Berlipat Hadapi Persija

Senin, 8 Juli 2019 - 15:39 WIB
YES: Para pemain, staf pelatih, dan manajemen PSM Makassar berselebrasi setelah memastikan lolos ke final Piala Indonesia 2018-2019. (Angger Bondan/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Skuad bertabur bintang bukan jaminan meraih gelar juara dengan mudah. Begitulah Madura United. Diperkuat pemain-pemain papan atas, tim berjuluk Laskar Sape Kerrap itu gagal melaju ke babak final Piala Indonesia.

Yang lebih menyakitkan, kegagalan tersebut terjadi di kandang sendiri di hadapan ribuan pendukung setianya yang memadati Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan, Pamekasan (7/7).

Pada leg kedua semifinal tersebut, Madura United memang menang 2-1 lawan PSM Makassar. Tetapi, itu tidak cukup mengantarkan Greg Nwokolo dkk ke laga final karena agregat 2-2 membuat PSM berhak atas tiket final dengan keunggulan gol tandang.

Itu menjadi kali kedua Madura United kandas di babak semifinal pada musim ini. Sebelumnya, tim besutan Dejan Antonic tersebut juga terjegal di semifinal Piala Presiden 2019. Kegagalan itu juga terjadi di kandang sendiri. Ketika itu (7/4) Madura United dipermalukan Persebaya Surabaya dengan skor 3-2.

Madura United sempat membuka asa ketika bisa unggul dua gol lewat tendangan penalti Aleksandar Rakic pada menit ke-31 dan Greg Nwokolo pada menit ke-59. Namun, bek Aaron Evans menjebol gawang Madura United enam menit sebelum laga usai.

Gol Evans sekaligus memutus catatan buruk PSM ketika berlaga di Pulau Garam. Dua tahun terakhir, mereka selalu kesulitan menciptakan gol di markas Madura United. PSM kali terakhir mencetak gol di Madura pada 2016. Yakni, ketika PSM tunduk 1-4 atas Madura United.

”Kami semua sedih karena hasil ini. Sebelum pertandingan selesai, kami tidak fokus, tertidur di belakang. Satu gol dari bola rebound pun terjadi. Ini seharusnya tidak boleh terjadi,” ucap pelatih Madura United Dejan Antonic.

Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic menyatakan, keputusannya memasukkan Eero Markkanen menggantikan Zulham Zamrun pada menit ke-67 berbuah hasil. Duetnya bersama Guy Junior mampu menekan barisan pertahanan Madura United. ”Kami akui sedikit kesulitan mencetak gol. Lalu, kami masukan dua striker untuk menghadapi dua stoper mereka. Jadi, tidak ada pemain bertahan Madura United yang bebas,” ungkap pelatih PSM Darije Kalezic.

Lolos ke babak final Piala Indonesia bisa menjadi obat atas kegagalan PSM di ajang AFC Cup. Apalagi, kali ini lawan di final adalah Persija Jakarta yang musim lalu menggagalkan ambisi mereka menjadi juara Liga 1. Motivasi berlipat akan jadi modal bagi PSM di babak puncak nanti. (jpc)