Gituin Anak 14 Tahun Usai Minum Air Rebusan Pembalut dan Obat Batuk

Senin, 8 Juli 2019 - 13:52 WIB

FAJAR.CO.ID, GRESIK – Penyidik Unit PPA Satreskim Polres Gresik, menaikkan IH sebagai tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Sebelumnya, dari hasil visum, ada kerusakan pada alat vital Delima (nama samaran), 14.

Namun, pelaku tetap membantah disebut telah menyetubuhi korban di perkebunan Desa Lebak, Sangkapura, Bawean.

Dalam pemeriksaan sejumlah saksi, penyidik juga menemukan fenomena baru dari pemuda di Bawean.

Korban Delima mabuk setelah dicekoki obat pereda batuk. ”Bukan minuman keras. Tapi, obat pereda batu bentuk sachet,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Menurut dia, warga di sana sangat sulit mendapatkan minuman keras (miras). Pembelian obat pereda batuk dalam kemasan sachet untuk mabuk-mabukan pun sebetulnya tidak boleh sembarangan.

Sejumlah toko obat telah melarang anak-anak muda untuk membeli obat pereda batuk dalam satu kotak. Sebab, obat tersebut ditengarai digunakan untuk mabuk-mabukan.

Ayah Sering Gituin Anak Kandung saat Istri di Rumah, Kini Sang Anak Berbadan Dua

50 Honorer K2 Lulus PPPK Tahap I Tanpa NIP, Gaji Tetap Rp300 Ribu

8 Fakta dari Film Live-Action Mulan

”Tapi, anak-anak di sana (Bawean, Red) menyiasati dengan membeli eceran, lalu dikumpulkan,” ungkap perwira dengan tiga balok di pundak itu.

Nah, salah satu korbannya adalah Delima yang kasusnya tengah ditangani penyidik PPA Satreskrim Polres Gresik.

”Terkait dugaan persetubuhan, kami terus mencari saksi-saksi lainnya,” jelas Andaru.

Kapolsek Sangkapura, AKP Rachmat menambahkan, selain mengonsumsi obat pereda batuk, ada fenomena lain yang dilakukan sekelompok pemuda di Bawean untuk bisa mabuk.

”Mereka merebus pembalut. Airnya lalu diminum,” katanya. (jpnn)

loading...