Kemarau, Warga Maros Kesulitan Air Bersih

Senin, 8 Juli 2019 - 19:29 WIB
Kolam Penampungan Buatan

FAJAR.CO.ID,MAROS –Warga di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini pun tengah dirasakan warga sejak tiga bulan lalu saat mulai awal musim kemarau mulai terjadi.

Bahkan untuk mendapatkan pasokan air digunakan dalam kebutuhan sehari – hari seperti mandi dan mencuci, warga harus mengambil air di sumur tadah hujan yang kualitas airnya keruh dan kotor.

Sedangkan untuk kebutuhan memasak dan air minum warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan.

Salah satu warga Desa Pajjukukang, Muliadi mengatakan jika kemarau telah terjadi sejak 3 bulan lalu, saat itulah warga mulai kesulitan memperoleh air bersih.

“Sejak 3 bulan lalu saat sudah memasuki musim kemarau itulah kami disini mulai kesulitan air untuk digunakan dalam kebutuhan sehari – hari seperti mencuci dan mandi. Sementara untuk keperluan memasak dan minum kita harus beli air,” katanya.

Harga beli air bersih per jerigennya, kata dia Rp8.000. Diakuainya banyaknya warga yang setiap hari mengambil air di sumur tadah hujan membuat debit air di penampungan ini semakin menipis.

“Setiap hari ada banyak warga dari beberapa desa yang datang mengambil air disumur ini. Biasanya ramai saat awal pagi dan petang,” katanya. Sehingga ia dan warga lainnya pun memprediksi pada Agustus mendatang sumur tadah hujan ini akan kehabisan air.

“Kita perkirakan bulan depan pasokan air di penampungan ini sudah habis dan dipastikan warga disini mengalami krisis air bersih,” lanjutnya Dia berharap agar Pemerintah setempat dapat memberikan bantuan pasokan air bersih gratis bagi seluruh warga terdampak.

Terpisah Kepala Stasiun Klimatologi Maros, Hartanto mengatakan saat ini hampir seluruh pantai barat Sulawesi Selatan sudah memasuki musim kemarau. Terbukti dengan angin timuran yang kering saat ini sudah mulai konsisten.

“Malam hari yang cerah dan udara terasa lebih dingin merupakan salah satu ciri musim kemarau,” katanya.

Olehnya itu dia mengimbau agar para petani bisa mempersiapkan sistem irigasi.”Kita imbau agar tidak mwmbuang-buang air disaat musim kemarau seperti sekarang. Bijaklah menggunakan air bersih dan waspadai potensi kebakaran,” imbaunya. (Rin)