Usai Gempa Ternate, Warga Malah Melihat Pantai

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TERNATE–Wilayah perairan Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) dikejutkan dengan gempa bumi yang terjadi pada Minggu malam (7/7). Tepatnya pada pukul 22.07 WIB. Pada gempa yang berkekuatan 7,1 magnitudo itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat menyalakan tanda peringatan tsunami. Lantas dicabut beberapa saat kemudian.

Gempa tersebut sempat dirasakan di wilayah Ternate dan Manado. Ketika ada peringatan tsunami, warga pesisir Ternate berusaha mencari daerah ketinggian.

Surachman Manan, anggota Masyarakat Relawan Indonesia – Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT) wilayah Maluku Utara menyebut, gempa membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan diri. Apalagi ada peringatan tsunami dari BMKG. “Ketika ada peringatan tsunami warga berusaha mencari tempat yang lebih tinggi,” ujar Surachman Manan, Senin (8/7).

Berdasar data di laman BMKG, gempa terjadi dua kali pada 22.08 WIB. Jarak gempa pertama dengan kedua hanya tiga detik. Tepatnya pada 22.08.39 WIB dan 22.08.42. Kekuatannya 7,1 magnitudo. Lokasinya 135 km barat daya, Ternate, dan 133 barat daya Ternate.

Video Gol-gol Brasil dan Peru di Final Copa America 2019

Gempa M 7,1 Guncang Barat Daya Ternate, Berpotensi Tsunami

TKD Bubar, Komunikasi Himpun Aspirasi Tetap Lanjut

Surachman menambahkan, setelah peringatan tsunami dicabut warga baru kembali ke rumah masing-masing.

M Syadri, warga Ternate, mengatakan bahwa setelah peringatan tsunami dicabut warga malah ke pantai. “Warga di sini [Ternate, red) aneh. Ada peringatan tsunami malah melihat pantai,” ujarnya sembari berseloroh.

Pada saat kejadian Syadri mengaku berada di daerah ketinggian. Walaupun gempa sempat mengejutkannya, tapi dia tidak perlu harus mencari daerah ketinggian. “Saya aman. Hingga kini dari laporan warga belum ada informasi kerusakan,” tandasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...