Apple dan Google Saling Sindir

0 Komentar

FAJAR.CO.ID– Persaingan di industri teknologi semakin memanas dan sampai ke permukaan. Hal tersebut bisa dilihat dengan maraknya aksi saling sindir antarvendor teknologi.

Dikutip dari laman MSPU, Selasa (9/7), antara Apple dan Google kembali terlibat saling sindir. Kali ini menyinggung soal privasi dan keamanan data pengguna perangkat yang bersangkutan lewat iklan billboard atau papan reklame raksasa.

Bukan kali pertama Apple menyindir Google lewat iklan reklame. Sebelumnya, pada Januari lalu, pada gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2019 di Las Vegas, Amerika Serikat (AS), Apple juga pernah melakukan hal yang sama. Apple memasang spanduk bertuliskan “Apa yang terjadi di iPhone Anda, tetap di iPhone Anda”.

Lewat tulisan tersebut, tampak Apple sedang mencoba memproyeksikan gambar yang peduli tentang privasi pengguna, tidak seperti perusahaan Google. Sekarang, Apple kembali dengan papan iklan lain yang bertuliskan “Kami berada dalam bisnis untuk tetap berada di luar dari Anda” dan kali ini berada di tepi timur Toronto.

Apple secara khusus memilih lokasi tersebut untuk papan iklan karena kehadiran Alphabet Sidewalk Labs.
Lab tersebut adalah milik perusahaan Alphabet, induk perusahaan Google. Sidewalk Labs telah menerbitkan proposal Master Innovation and Development Plan (MIDP) sebanyak tiga jilid tentang bagaimana mengembangkan tepi timur Toronto.

Alih-alih mengkritik rencana dan perinciannya, Apple mencoba untuk meningkatkan citranya dengan menyindir perusahaan sejenis Sidewalk Labs, Google. Sidewalk Labs telah menjelaskan bahwa mereka tidak membagikan data perkotaan, data pengguna, atau data pribadi dengan Google, dan memiliki model bisnis tersendiri.

Sangat disayangkan bahwa Apple mencoba menargetkan Sidewalk. Jika Apple benar-benar peduli tentang privasi pengguna dan tidak senang dengan kebijakan privasi Google, mereka seharusnya membatalkan kesepakatan pencarian dengan Google.

Apple mendapat hampir USD12 miliar setiap tahun dari Google untuk menjadikan Google penyedia pencarian default di perangkat Apple. Bahkan, bagian penting dari pertumbuhan pendapatan layanan Apple adalah karena kesepakatan pencarian Google.

Aksi saling singgung antarvendor nyatanya tidak hanya terjadi pada Apple dan Google. Vendor lainnya seperti Huawei dan Samsung juga kerap melakukan hal sama. Pun demikian dengan vendor Tiongkok lain seperti Xiaomi, Oppo, Realme, dan masih banyak lagi. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...