Arab Saudi Batal Beli Boeing 737 Max 8


FAJAR.CO.ID, MEKAH–Setelah terungkap adanya masalah pada Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang menyebabkan jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan oleh Lion Air (Indoneia) dan Ethiopian Airlines, kini masalah baru ditemukan pada pesawat yang sama. Sebagaimana dikutip JawaPos.com dari Bloomberg via Ubergizmo, Selasa (9/7), berdasar laporan dari regulator penerbangan Eropa, Boeing 737 Max 8 telah ditemukan masalah dengan sistem autopilot.Menurut Bloomberg, Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa atau European Union Aviation Safety Agency (EASA) itu telah mengirim daftar masalah pesawat dan meminta Boeing untuk segera memperbaiki.Daftar tersebut telah dikirim ke Boeing serta Administrasi Penerbangan Federal (FAA). Persyaratan yang dimaksud harus dipenuhi sebelum regulator mengizinkan pesawat memasuki layanan lagi di Eropa.Daftar mencakup beberapa item yang telah dilaporkan seperti masalah perangkat lunak yang disorot FAA baru-baru ini yang terkait dengan mikroprosesor. Kekhawatiran terungkap bulan lalu dan Boeing mengatakan bahwa perlu sampai September untuk memperbaiki masalah tersebut.Regulator Eropa juga menemukan bahwa autopilot pesawat gagal melepaskan diri dalam keadaan darurat tertentu. Ini dapat menyebabkan masalah bagi pilot ketika mereka ingin mengambil alih dari sistem autopilot jika terjadi keadaan darurat dalam waktu singkat saat pilot harus mengambil keputusan tanpa sistem otomatis.Isu yang dimaksud belum pernah disebutkan sebelumnya, seperti diungkap sumber Bloomberg yang mengetahui masalah itu. EASA masih belum memberikan komentar terkait bocoran informasi tersebut.FAA juga belum menyorotinya sehingga belum jelas waktu yang diperlukan Boeing untuk menangani masalah-masalah pada pesawat 737 teranyar.

Komentar

Loading...