Diduga Tak Kantongi Izin, Tiga Usaha Tambang Ditutup Sementara

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros melakukan inspeksi mendadak ke tiga lokasi tambang galian C di Moncongloe.

Hasilnya, tiga usaha tambang yang diduga tak mengantongi izin ditutup sementara.

Ketua Komisi II DPRD Maros, Hasmin Bado, mengatakan, sidak ini menyusul adanya laporan warga mengenai aktivitas tambang yang tak memiliki izin.

“Saat sidak kami menemukan ada empat usaha tambang yang diduga tidak memiliki izin sama sekali. Namun, saat sidak hanya tiga yang beraktivitas sehingga ditutup sementara,” katanya.

Menurut Hasmin, di daerah tersebut, ada 10 pengusaha tambang yang beroperasi. Di mana empat di antaranya hanya memiliki ijin eksplorasi, empat hanya memiliki izin produksi dan dua yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Jadi ada 4 yang hanya memiliki izin eksplorasi, empat izin produksi dan dua yang memiliki IUP. Pengusaha tambang yang hanya memiliki izin produksi ini kami anjurkan untuk mengurus perizinan untuk mendapatkan IUP,” jelasnya.

Sedangkan, empat di antaranya tidak memiliki izin sama sekali. Ironisnya, dari empat usaha yang tak mengantongi izin, pihaknya menangkap basah tiga usaha tambang yang tetap melaksanakan aktivitas tambang meski tidak memiliki izin.

Sehingga ia menegaskan kepada penangungjawab tiga tambang yang tidak berijin tersebut, agar menghentikan sementara usaha tambangnya.

“Jadi saya sampaikan sama penanggungjwab tiga tambang itu untuk menghentikan sementara aktivitasnya. Karena jika tetap beroperasi, kita akan koordinasikan dengan pihak Polsek untuk menutup tambang. Alat beratnya juga kita akan segel,” tegasnya.

Hasmin menduga sidak ini bocor, sebab dari 10 tambang di Kecamatan Moncongloe lokasi yang ada orangnya hanya tiga. Sementara selebihnya tak bertuan karena ada dugaan sidak bocor. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...