Lutim, Tana Toraja, dan Torut Endemis Rabies

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MALILI– Kabupaten Luwu Timur masuk daerah endemis rabies tertinggi ketiga di Sulsel. Kasus rabies di Luwu Timur sangat tinggi setelah Kabupaten Toraja dan Toraja Utara.

Pengelola program zoonotik Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, Melse Simbong mengatakan, kasus gigitan hewan tersebar di seluruh kecamatan. ”Sesuai data kami, Kecamatan Tomoni Timur merupakan daerah tertinggi adanya gigitan hewan ini, disusul Kecamatan Wasuponda, Wotu, Tomoni, Mangkutana, dan Burau,” kata Melse.

Hanya saja, Melse tidak merinci berapa kasus dalam satu kecamatan. Namun, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur menyebutkan, kasus gigitan hewan penular rabies dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, selama periode 2016 hingga Juni 2019, tercatat sebanyak 1.883 kasus gigitan hewan. Penyakit yang ditularkan dari anjing ke manusia ini langsung ditangani tim medis.

Tingginya kasus gigitan hewan penular Rabies dan Kasus Rabies di Kabupaten Luwu Timur sejak Tahun 2014 hingga pertengahan 2019 ini, membuat Dinas Kesehatan Luwu Timur kerja ekstra untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya rabies dan cara pencegahan serta penanganannya.

Camat Mangkutana, Sri Mulyani mengakui memang ada dua kasus rabies yang terjadi di daerahnya. ”Kini korbannya telah ditangani tim medis,”kata Sri.

Hanya saja, korban gigitan anjing gila belum diketahui perkembangannya. Dia ingin kasus rabies bisa menurun di Luwu Timur.

Untuk itu, sosialisasi terkait pengendalian rabies ini harus terus dilakukan dengan melibatkan semua stakeholder terkait, bukan hanya dari Dinas Kesehatan, tapi semua pihak, karena dasar hukum dari kegiatan ini sudah ada, yakni Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Timur Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Penanggulangan Rabies, yang wajib disosialisasikan dan dikawal pelaksanaannya di lapangan oleh OPD terkait.

Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Erwan Tri Sulistyo mengakui memang Dinkes Lutim sangat gencar sosialisasi pengendalian rabies ke masyarakat. ”Rabies adalah penyakit anjing gila yaitu penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies,” kata Erwan. (shd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...