Modus Ajak Makan Sate, Gadis ABG Dibawa ke Kebun Lalu Disetubuhi

Selasa, 9 Juli 2019 - 16:21 WIB
Pelaku, Udi (37) saat diamankan di rumah Kepala Desa Balampesoang Kecamatan Bulukumpa, Bulukumba.

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Seorang pemuda di Desa Era Baru Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Udi (37) melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. Aksi bejat itu dilakukan dengan modus mengajak korban RW (13) makan sate.

Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Noorman Harianto menerangkan, insiden ini berawal saat pelaku berkunjung ke rumah orang tua korban disalah satu desa di Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba. Udi selama ini memang diketahui selalu datang untuk bersilaturahmi.

Sekitar pukul 18.30 Wita, Senin (8/7/2019) kemarin, Udi meminta izin kepada ibu korban untuk membeli sate di Bikeru, Kecamatan Sinjai Selatan. Udi juga mengajak korban untuk mengantarnya.

“Jadi pelaku pamit ke ibu korban untuk mengajaknya makan sate di Bikeru. Pelaku juga meminjam motor orang tua korban,” terang Noorman.

Namun rencana pelaku membeli sate tidak lakukan. Dia justru mengarahkan sepeda motornya ke Kecamatan Tellulimpoe. Saat sampai di rumah kebun, pelaku memaksa korban melakukan persetubuhan layaknya pasangan suami istri.

Sekitar pukul 24.00 Wita, pelaku mengantar korban pulang kerumahnya. Saat itu pelaku langsung diamankan oleh keluarga korban didampingi Kepala desa setempat dan jajaran Polsek Bulukumpa Polres Bulukumba.

Anggota Polsek Bulukumpa Bripka Hajar Aswad bersama kepala Desa setempat dan orang tua korban mengantar pelaku dan korban ke Kepolsek Tellulimpoe untuk diamankan. Mereka sampai di sana sekitar jam 03.00 Wita dini hari.

Sementara itu, orang tua korban, HR (35) berharap pihak kepolisian Polres Sinjai untuk menghukum pelaku sesuai aturan. Apalagi korbannya adalah anak di bawah umur.

“Kami meminta kepada pak polisi di Sinjai untuk menghukum seberat-beratnya. Masa depan anak kami telah direnggut. Kami tidak menyangka melakukan hal ini, karena dia (Pelaku) selama ini kami sudah anggap keluarga sendiri, bahkan sering kami beri makan. Juga pernah menjadi buruh pemetik cengkehku,” Ujar orang tua korban.

Pelaku kini diamankan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sinjai. Pelaku dijerat UU No 22 Tahun 2002 UU Perlindungan Anak pasal 82 dengan ancaman maksimal 15 Tahun penjara dan denda 300 Juta rupiah. (sir)

loading...