Pilkada Lutim 2020, Ada yang Ingin Petahana Pecah Kongsi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MALILI –Tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, termasuk di Luwu Timur dimulai dilaksanakan 30 September 2019. Namun, tahapan ini baru dalam bentuk draft dan belum bersifat final terkesan masih diam.

Partai Golkar belum menyikapi isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait siapa tokoh yang menguat, jadi calon bupati dan wakil bupati menjelang pilkada Luwu Timur.

Ketua Bappilu DPD II Partai Golkar Luwu Timur, Nastan mengatakan, Partai Golkar belum bergerak sampai saat ini. ”Golkar masih menunggu tahapan resmi dari KPU Luwu Timur,” kata Nastan.

Nastan mengaku baru bergerak mempersiapkan calon bupati dan wakil bupati setelah ada tahapan resmi. Bukan hanya calon bupati dan wakil bupati yang disiapkan. Tentu juga akan menyiapkan tim pemenangan. Penyusunan tim pemenangan belum dilakukan hingga saat ini. Partai Golkar Luwu Timur masih fokus terhadap hasil pemilu. Pelantikan anggota DPRD Luwu Timur berlangsung akhir Agustus mendatang.

Di Luwu Timur, Golkar meraih tujuh kursi pada pemilu lalu. Ini menjadi modal mengusung pasangan calon kepala daerah. Di pilkada nanti, Golkar dipastikan mengusung petahana, HM Thoriq Husler. Namun, pendamping Husler masih dinamis. Banyak kalangan menginginkan kembali berpaket. Lalu ada yang menginginkan pisah.

Ini Video Pesan Penting Nurdin Abdullah untuk Pj Wali Kota Makassar

Luar Biasa! Polwan Gendong Anak Saat Amankan Jemaah Haji

Begini Video Saat Pansus Hak Angket Periksa Sekprov Sulsel

”Masalah pilkada, kami di Golkar Luwu Timur belum dapat perintah dari DPD I dan DPP Partai Golkar,”paparnya.

Di Luwu Utara, Ketua DPD PAN, Karimuddin juga belum menyiapkan tim pemenangan. Langkah awal, hanya menyolidkan pengurus partai.

Ketua Bappilu DPD PAN Luwu Utara, Muh Ibrahim mengatakan seluruh pengurus DPD dan DPC PAN se-Tana Luwu harus solid memenangkan Karimuddin di Pilkada 2020. ”Untuk apa mendorong kader kalau pengurus partai tidak solid. Supaya menang semua kader harus solid mendukung Karimuddin,”kara Ibrahim.

Anggota DPRD asal Dapil Malangke-Malangke Barat ini menilai Karimuddin layak diperjuangkan jadi bupati. Beliau masih mudah dan energik. Luwu Utara membutuhkan anak muda menjadi bupati. Pengalaman menjadi anggota dewan selama sepuluh tahun. Bahkan satu periode menjadi wakil ketua DPRD. Kapasitas dan kualitasnya tidak diragukan di pemerintahan. (shd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...