Tiket Murah Dievaluasi Berkala

  • Bagikan

Meski begitu, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengaku sudah mengingatkan AirAsia agar tak menaikkan harga tiketnya. Dari semula di bawah 50 persen TBA menjadi 50 persen TBA. “Kami sudah bilang, you (AirAsia, Red) jangan mentokkan (harga tiket) ke 50 persen TBA lho. Harus seperti apa yang sudah berjalan sekarang ini,” ucapnya.Tiket murah itu terwujud berkat cost sharing berbagai stakeholder yang terlibat dalam industri penerbangan. Antara lain maskapai, pengelola bandara, dan AirNav.Direktur Keuangan PT Citilink Indonesia Ester Siahaan mengatakan, pihaknya terbantu dengan adanya cost sharing tersebut.“Itu membuat Citilink siap menurunkan harga tiket untuk jam-jam happy hour,” ujarnya. Dia juga mengapresiasi insentif fiskal berupa pembebasan pajak sewa pesawat yang diberikan pemerintah.Cost sharing lain yang diterapkan adalah potongan biaya dari pengelola bandara. Sharing biaya dari pengelola bandara itu dilakukan melalui sharing infrastruktur, kolaborasi sumber daya, serta penyatuan platform informasi antarbandara. Sebab, saat ini tiap-tiap pengelola bandara mempunyai platform yang berbeda-beda sehingga kurang efektif menekan pengeluaran untuk jangka panjang.“Kalau ini bisa dilakukan, kira-kira bisa 15 sampai 20 persen lah (efisiensi biaya). Tapi bertahap ya,” tutur Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.Biaya-biaya yang dapat ditekan, misalnya, biaya ground handling dan biaya untuk SDM di bandara. Efisiensi itu, kata Awaluddin, adalah yang paling besar pengaruhnya bagi program penurunan harga tiket pesawat. Contohnya, dengan efisiensi itu, maskapai bisa mendapatkan diskon parking fee untuk pesawat-pesawat yang akan terbang pada hari dan jam khusus tiket murah tersebut.

  • Bagikan