Bantu Ibu Melahirkan, Pemerintah dan USAID Siapkan Ambulans Apung

Rabu, 10 Juli 2019 - 20:56 WIB
IST

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tingkat kematian ibu dan anak saat melahirkan setiap tahunnya meningkat. Data inilah yang membuat Dinas Kesehatan Sulsel bersama dengan Kabupaten Pangkep dan menggandeng USAID.

Ketiganya berkolaborasi dalam membuat pelatihan dan workshop kolaborasi membahas kegiatan terpadu dalam pemanfaatan ambulans apung yang telah di sediakan di perairan Pangkep.

Dalam hal ini, Pemerintah dan dinas kesehatan menyediakan ambulans. Sementara Usaid membantu merancang bagaimana menyusun Operasional, menyiapkan sumber daya manusia yang terampil serta membantu pelayanan ambulans apung saat digunakan.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr Bachtiar Baso, mengatakan, Pangkep merupakan provinsi yang tinggi angka kematian ibu dan anaknya saat proses melahirkan. Khususnya mereka yang tinggal di bagian perairan. Maka dengan hal tersebut berkolaborasi dengan USAID memberi titik terang.

Kata dia, selama ini kelemahannya karena kurangnya perhatian di daerah pesisir untuk sarana dan prasarana kesehatan. Untuk itu disediakanmya ambulans apung sebagai satu cara mengurangi risiko kematian. Usaid membantu mengatur apa yamg diperlukan. Tujuannya memang untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.

“Kami mau yang dilibatkan dalam ambulans apung memang yang sudah tersertifikasi dan punya surat tanda registrasi agar bisa melayani masyarakat,” ucapnya saat ditemui di Claro Hotel, Rabu, 10 Juli 2019.

Kadis Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief, menambahkan selain ambulans apung, sudah bisa mengakses perairan yang lebih dekat. Karena kepulauan Pangkep berdekatan dengan Sumbawa dan Lombok.

Sehingga jika ambulans apung tak memiliki banyak waktu untuk mengantar berobat dan merujuk bisa ke Lombok. Untuk pasien yang menggunakan BPJS, boleh mengklaim ke Pangkep dan akan dibayarkan.

Tak hanya itu, lanjutnya ke depan juga sudah disampaikan akan dibangun rumah sakit tipe D di perairan Pangkep. Tepatnya di Liukang Tangayya, disana masyarakat perairan akan dilayani.

“Jadi, jika ingin dirujuk maka bisa menggunakan ambulans apung aksesnya ke sana,” ucapnya.

Dahulu masyarakat perairan Pangkep, jika ingin di rujuk ke rs besar selalu saja terkendala akan alat transport. Sehingga kalau pun ada hanya memakai kapal barang.

“Tetapi saat ini sudah tak boleh memakai itu, kita optimalkan ambulans apung,” ucap Indriaty. (wis)