Calon Menteri Milenial, dari Rapsel Ali, Puti Soekarno, hingga AHY

0 Komentar

JAKARTA, RAKYATJATENG — Wacana kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin akan diisi menteri-menteri muda, menghangat. Sejumlah nama yang dianggap mewakili milenial digadang akan mengisi kabinet.

Usulan datang dari berbagai kalangan. Salah satunya Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP). Bahkan, 37 nama secara resmi diajukan ke Jokowi.

“Mereka ini kami anggap memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin kementerian. Mereka juga masuk dalam kategori muda dan milenial yang diinginkan presiden,” jelas Syafrudin Budiman, Ketua PP PB dalam rilisnya, Rabu, 10 Juli.

PP BP merupakan relawan pemenangan Timkamnas Jokowi Ma`ruf Amin. Dari 37 nama tersebut, sebagian besar merupakan sosok yang sudah dikenal publik. Terdapat juga sosok yang memiliki hubungan keluarga dengan presiden dan wakil presiden.

Putra Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) misalnya. Ketua Kogasma Partai Demokrat ini memang santer disebut akan masuk kabinet.

Juga ada cucu Presiden Soekarno, Puti Guntur Soekarno Putri. Politisi PDIP ini dinilai berpotensi meski gagal saat bertarung di Pilgub Jawa Timur.

Nama lain adalah Muhammad Rapsel Ali. Politisi Partai Nasdem ini merupakan caleg terpilih DPR RI periode 2019-2024.

Rapsel merupakan pendiri Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Indonesia (Aspeksindo). Dia juga Komisaris kantor berita Fajar Indonesia Network (FIN), yang membawahi 92 media cetak, online, dan televisi di Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Maluku.

Rapsel juga punya latar belakang seperti AHY dan Puti. Dia merupakan menantu wapres terpilih, Kiai Ma’ruf Amin.

Nasdem sendiri sudah menyiapkan kader-kader muda terbaiknya untuk masuk kabinet.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny Gerard Plate mendukung jika kabinet diisi menteri yang masih muda, segar, memiliki perspektif Indonesia masa depan yang energik, dan tentu dengan dukungan proses politik.

“Kalau dari NasDem banyak. Kami punya kader muda mumpuni,” ungkap Johnny seperti dikutip dari Jpnn.com.

Hal senada diungkapkan anggota Dewan Pakar NasDem, Teuku Taufiqulhadi. Dia mengaku setuju dengan usulan bahwa kabinet harus diisi tokoh muda.

Meski demikian, dia mengatakan generasi muda yang akan mengisi pos menteri sebaiknya yang mempunyai legitimasi politik.

“Lebih tepatnya generasi muda. Di negara yang menganut sistem parlementer, lebih mudah mencari tokoh muda untuk jadi anggota kabinet. Mereka yang terpilih sebagai anggota parlemen biasanya diusulkan jadi menteri,” kata Taufiqulhadi. (*/yon)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...