Gubernur Sulsel: Tantangan Polri Semakin Kompleks

Rabu, 10 Juli 2019 - 08:37 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Upacara dan syukuran HUT Bhayangkara berlangsung di Lapangan Karebosi, Rabu, (10/7/2019). Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menjadi pembina upacara.

NA sapaan karibnya menyampaikan sejumlah tantangan terhadap institusi Polri. Ke depan, tantangan yang dihadapi Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri akan semakin kompleks. “Terorisme dan radikalisme masih menjadi potensi ancaman bagi stabilitas keamanan negara,” katanya.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu menambahkan, perkembangan teknologi informasi disebut sebagai potensi yang mendorong berbagai jenis kejahatan baik lintas negara hingga kejahatan konvensional.

Manfaatkan Bocah di Bawah Umur Edarkan Sabu-sabu, Imbalan Sekadar Uang Jajan

Tekan Kekerasan, P2TP2A Provokasi Perempuan Laporkan KDRT

Sambut HAN, Lapas Maros Libatkan Maestro dan Pemain I La Galigo

“Demikain pula hoaks dan ujaran kebencian menjadi ancaman. kejahatan terhadap kekayaan negara, tindak pidana korupsi, illegal fishing, illegal minning, dan illegal logging, demikaian pula kejahatan konvensional harus terus ditindak,” katanya lagi.

Meski begitu, Polri sejauh ini telah memiliki sejumlah capaian yang patut diapresiasi publik. “Laporan Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara menunjukkan nilai kinerja Polri mengalami peningkatan,” tambahnya.

Berdasarkan data Polda Sulsel dari Ditreskrimsus ada 103 kasus sepanjang 2019 dan selesai 59 kasus, Ditreskrimum 7.397 kasus, selesai 4.727, Ditresnarkoba 956 kasus, selesai 923 kasus. Telah mengamankan bandar 11 orang, pengedar 551 orang, dan pengguna 750 orang. (gun)