Gun Gun Sebut Menteri Muda Tak Boleh Sekadar Simbol

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto mengingatkan bahwa menteri muda tidak boleh sekadar menjadi simbol.

Simbol yang dimaksud adalah angka, yakni yang berusia muda. Dalam arti sekadar memenuhi keinginan presiden untuk memiliki kabinet berisi tokoh milenial.

Lebih dari itu, calon menteri milenial harus layak secara substantif. Dia harus memenuhi sejumlah syarat untuk bisa dipertimbangkan sebagai menteri, yang akan mengemban tugas yang begitu kompleks.

Yang pertama, dia harus punya basis kompetensi. ’’Terutama di leading sector yang dibutuhkan oleh Pak Jokowi,’’ terangnya.

Kemudian, dia juga harus berintegritas. Jangan sampai Jokowi memilih anak muda yang punya potensi masalah di kemudian hari. Baik hukum maupun moral.

Integritas menjadi syarat mutlak selain kompetensi. Sebab, itu berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi pemerintahan.

Masih Status Pacaran Sudah Ajak Mandi Bareng, Ini Jadinya

Thiago Ajak Dembele Tinggalkan Barca dan Mengikutinya ke Bayern

Sekprov: Berita Edukatif Bikin Masyarakat Tangguh

Yang tidak kalah penting adalah kemampuan manajerial. Gun Gun mengingatkan, Jokowi menginginkan seorang eksekutor yang kuat. Artinya, dia harus cepat dan tepat. Bila tidak punya pengalaman mengelola organisasi atau aktivitas manajerial lainnnya, akan berat.

Karena memimpin sebuah perusahaan saja tantangannya sudah berbeda dengan memimpin birokrasi dengan ASN di dalamnya.

Bagi Gun Gun, mengangkat menteri muda pada prinsipnya tidak menjadi soal. Sebab, sejumlah negara juga bisa dikatakan cukup berhasil dengan menteri mudanya. Sebut saja UAE yang memiliki menpora dengan usia 22 tahun.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...