Ini Maksud Kode Silent yang Diungkap Staf Menag di Sidang Jual Beli Jabatan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin dan Staf Khusus Menteri Agama, Gugus Joko Waskito sempat berkomunikasi membahas terkait posisi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur. Menurutnya percakapan tersebut dimaksud siapa yang pantas duduk dalam posisi Kakanwil Kemenag Jatim.

“Seingat saya, saya diminta pak menteri sebelum Haris menjadi Plt, saya dikasih tahu, kurang lebih ya kalimatanya, ‘Seandainya Kakanwil Jatim dirotasi, siapa kira-kira Plt yang bisa ditunjuk sementara sebagai diganti, tolong cari informasi pejabat yang senior, yang sekarang menjabat di Kanwil Jatim’,” kata Gugus saat bersaksi untuk terdakwa Haris Hasanuddin di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (10/7).

Setelah menerima perintah dari Lukman, Gugus kemudian melakukan penelusuran nama-nama yang akan disaring untuk menempati posisi sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

“Saat itu saya mencari informasi Kemenag di Jatim, siapa yang dianggap senior dalam hal ini pernah menjadi kepala kantor dan menjabat di kanwil di Jatim. Saat itu saya menginventarisir ada 3 nama, termasuk Haris. Nama-nama yang diminta itu saya sampaikan ke kepala biro kepegawian. NIP, Nama sama Jabatan,” ungkap Gugus.

Menurut Gugus, Haris Hasanuddin merupakan salah seorang yang masuk nominasi. Kemudian, Gugus menanyakan kepada Haris soal identitas pribadi. Namun, Gugus meminta kepada Haris supaya tidak memberitahukan soal pencalonan sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

JPU pada KPK mengungkap adanya kode rahasia antara Gugus dengan Haris. Kode rahasia itu ditanyakan kepada Gugus di persidangan.

“Saudara sampaikan silent ya. Maksudnya apa?” tanya JPU pada KPK.

Usai Antar Anak Sekolah, Nanin Teriak Histeris, Ternyata Suaminya…

Pakar Setuju Amnesti, Tak Ada Alasan Jokowi Tak Beri Pengampunan

Jumras dan Mulawarman Ternyata Baku Ipar, Akbar: Pantas Sama-sama Bikin Gaduh Sulsel

Gugus menjelaskan maksud pernyataan “silent”. Menurut dia, informasi itu tidak dapat diberitahukan kepada yang lain karena belum tentu ada pergantian Kakanwil Jatim.

“Karena saat itu belum tentu ada pergantian Kakanwil, karena pak menteri bilang sendainya Kakanwil Jatim di rotasi, khawatirnya kalau terbuka kemana-mana informasinya kan seakan-akan bocor Kakanwil Jatim,” ujarnya.

Namun, dia mengklaim tidak menawarkan posisi sebagai Kakanwil Jatim.

“Oh belum. Supaya tidak bilang ke yang lain-lain. Biar tak bocor saja,” tukasnya.

Dalam perkara ini, jaksa mendakwa Haris dan Muafaq menyuap mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy untuk bisa terpilih menjadi Kepala Kanwil Jatim. Dalam dakwaan, Haris disebut memberikan uang Rp 255 juta kepada Rommy dan Rp 70 juta kepada Menag Lukman Hakim.

Suap itu diberikan lantaran Haris sempat terganjal syarat pencalonan karena pernah terkena sanksi adminsitritaf. Adapun Rommy dan Lukman sama-sama membantah dakwaan tersebut. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...