Jatah-jatahan Menteri, Yenny Tak Ingin NU Minta-minta Kepada Jokowi

Rabu, 10 Juli 2019 - 14:20 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Putri Presiden Keempat RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh mengharapkan para petinggi Nahdlatul Ulama (NU) tidak ikut-ikutan riuh soal penyusunan kabinet pemerintahan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (Jokowi – Ma’ruf).

Tokoh yang beken disapa dengan panggilan Yenny Wahid itu, tak mau ada kesan NU meminta-minta jatah kursi menteri.

Menurut Yenny, banyak lembaga survei mencatat hampir 50 persen dari total umat Islam di Indonesia adalah warga NU. “Tetapi saya juga mengimbau pada petinggi-petinggi NU untuk tidak terjebak pada retorika seolah-seolah kami menuntut kursi kabinet dan sebagainya,” ucap Yenny usai menghadiri upacara HUT Ke-73 Polri di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Garap Pasar Umrah Bersama, Bank Syariah Mandiri Gandeng Aliyah Wisata

Pamelo Day, Puluhan Pelajar Ikut Lomba Mewarnai Jeruk

Komisi III Panggil Pelaksana Proyek Bandara Buntu Kuni

Menurut Yenny, memang NU harus bersinergi dengan pemerintah. Caranya dengan memberikan masukan-masukan konstruktif, termasuk kritik yang membangun.

Dengan kata lain, ucap Yenny, NU harus mampu bekerja sama dengan siapa pun yang memerintah. Walakin, Yenny juga mewanti-wanti NU agar mampu menjaga jarak yang sehat dengan pemerintah.

Hanya saja, kata Yenny, ada harapan kepada pemerintah agar mendengar aspirasi Nahdiyin. Namun, Yenny menegaskan bahwa mendengar aspirasi itu tak berarti diwujudkan dengan kursi menteri untuk kader NU.

“NU sesuai khitahnya tidak boleh berpolitik praktis, artinya menghindari seolah-olah NU menuntut. Ada retorika seolah-olah NU menuntut kursi kabinet, ada kursi dialokasikan untuk NU, tidak,” ujar direktur The Wahid Institute tersebut. (jpnn)