Kalangan Profesional Sulit Dapat Tempat di Kabinet Jokowi

Rabu, 10 Juli 2019 - 07:45 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengamat politik, Ujang Komarudin menilai wajah kabinet Jokowi–Ma’ruf Amin bakal banyak diisi tokoh dari kalangan partai. Tokoh dari kalangan profesional masih sulit mendapat tempat di kabinet mendatang.

“Kalau saya mengamati wajah kabinet ke depan tidak jauh seperti yang lalu. Sepertinya kader partai atau orang partai akan lebih mendominasi dibandingkan kaum profesional,” kata Ujang saat dihubungi, Selasa (9/7).

Saat ini, kata Ujang, Jokowi didukung mayoritas partai politik di Pemilu 2019. Setelah terpilih sebagai presiden, Jokowi justru membuka peluang bagi partai “pendatang” masuk ke barisannya.

Loyalis Jokowi, Dua Jenderal Ini Berpeluang Jadi Menteri

Masih Status Pacaran Sudah Ajak Mandi Bareng, Ini Jadinya

Thiago Ajak Dembele Tinggalkan Barca dan Mengikutinya ke Bayern

Ujang menerangkan, dengan banyaknya partai yang bergabung ke Jokowi, akan membuat tokoh profesional sulit terpilih sebagai menteri.

“Di saat yang sama, koalisi Jokowi sudah 63 persen. Seandainya Gerindra, Demokrat, dan PAN itu gabung, itu artinya menambah porsi kader partai. Ini yang mengebiri orang profesional untuk masuk (kabinet),” ucap dia.

Ujang mengatakan, partai sudah pasti punya motif politik ketika dulu memutuskan bergabung dalam koalisi pendukung Jokowi – Ma’ruf. Partai tentu berharap kadernya menjadi menteri kabinet Jokowi.

“Itulah konsekuensi dari koalisi banyak partai. Masing-masing partai semua tahu pasti sudah mendapat jatah untuk mengirim kadernya di kabinet mendatang,” pungkas dia. (jpnn)