Kesedihan Nenek Sakiang… Koper Sudah Diberikan, Tiba-tiba Batal ke Tanah Suci

Rabu, 10 Juli 2019 - 19:53 WIB
Nenek Sakiang dan kerabatnya memperlihatkan berkas dan batik haji. (IST)

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO — Raut muka Nenek Sakiang (67) tampak sedih dan malu. Bagaimana tidak, dia yang sudah siap berangkat ke Tanah Suci, tiba-tiba batal.

Padahal, warga Kelurahan Bonto Ramba, Kecamatan Bontoramba Jeneponto, itu seluruh administrasinya telah dilengkapi. Termasuk sudah diberikan koper, tanda pengenal, pakaian, dan lain-lain sudah dipegang.

Tiba-tiba kebahagiannya direngguk dengan datangnya pihak Kementerian Agama (Kemenag) Jeneponto menyatakan batal berangkat. Bahkan, seluruh perlengkapan, kecuali baju dan payung, ditarik kembali.

Nenek Sakking menceritakan, awalnya keduanya didatangi Kemenag Jeneponto di rumahnya diberikan kabar untuk berangkat tahun ini. Menerima kabar itu, keduanya melengkapi persyaratan naik haji, mulai melunasi pembayaran haji, membuat paspor, manasik, hingga vaksin.

Namun, pada 2 Juli lalu Kemenag Jeneponto kembali mendatangi kediamannya dan menyampaikan informasi bahwa dia batal berangkat tahun ini. “Beberapa hari yang lalu datang orang Kemenag menyampaikan ke saya katanya batalka’ berangkat tahun ini,” katanya.

Bahkan, tanpa alasan yang jelas, kata dia, malah orang Kemenag itu ambil koper yang telah dibagikan kepadanya. Tentu kata dia, itu membuatnya sangat kecewa dan malu.

Apalagi, kata dia, modal haji yang dikumpul dan menunggu 10 tahun, itu dari jerih payah hasil bertani. Malunya lagi, karena sudah banyak yang datang memberikan selamat. “Bahkan kasi uang untuk bantu saya melunasi uang haji,” katanya.

Kondisi ini juga dialami suami istri, Sayati dan Soddin, warga Desa Katangoro, Kelurahan Bontoramba. Kemudian enam warga lainnya di alamat berbeda.

Kepala Kemenag Jeneponto, Saharuddin, tak menampik kejadian itu. Dia membenarkan bahwa ada sembilan yang batal.

Dia beralasan, sembilan orang ini diakui memang kuota cadangan untuk berangkat tahun ini. Cadangan dengan sebagai pengganti jika ada jemaah yang batal.

Tetapi karena tidak ada yang batal, sehingga sembilan orang ini batal. Jemaah yang tidak berangkat ini pun diklaim telah menerimanya dan koper telah dikembalikan.

“Koper kita bagi itu juga salah. Apa boleh buat, kami keliru,” katanya menyebut sembilan ini baru akan berangkat tahun depan.

Tahun ini, diakuinya, ada 346 jemaah haji Jeneponto yang akan berangkat. Jadwalnya pada 27 Juli mendatang. (mum)