Kesedihan Nenek Sakiang… Koper Sudah Diberikan, Tiba-tiba Batal ke Tanah Suci

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO -- Raut muka Nenek Sakiang (67) tampak sedih dan malu. Bagaimana tidak, dia yang sudah siap berangkat ke Tanah Suci, tiba-tiba batal.

Padahal, warga Kelurahan Bonto Ramba, Kecamatan Bontoramba Jeneponto, itu seluruh administrasinya telah dilengkapi. Termasuk sudah diberikan koper, tanda pengenal, pakaian, dan lain-lain sudah dipegang.

Tiba-tiba kebahagiannya direngguk dengan datangnya pihak Kementerian Agama (Kemenag) Jeneponto menyatakan batal berangkat. Bahkan, seluruh perlengkapan, kecuali baju dan payung, ditarik kembali.

Nenek Sakking menceritakan, awalnya keduanya didatangi Kemenag Jeneponto di rumahnya diberikan kabar untuk berangkat tahun ini. Menerima kabar itu, keduanya melengkapi persyaratan naik haji, mulai melunasi pembayaran haji, membuat paspor, manasik, hingga vaksin.

Namun, pada 2 Juli lalu Kemenag Jeneponto kembali mendatangi kediamannya dan menyampaikan informasi bahwa dia batal berangkat tahun ini. "Beberapa hari yang lalu datang orang Kemenag menyampaikan ke saya katanya batalka' berangkat tahun ini," katanya.

Bahkan, tanpa alasan yang jelas, kata dia, malah orang Kemenag itu ambil koper yang telah dibagikan kepadanya. Tentu kata dia, itu membuatnya sangat kecewa dan malu.

Apalagi, kata dia, modal haji yang dikumpul dan menunggu 10 tahun, itu dari jerih payah hasil bertani. Malunya lagi, karena sudah banyak yang datang memberikan selamat. "Bahkan kasi uang untuk bantu saya melunasi uang haji," katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...