Mahasiswa KKN Unhas Berdayakan Warga Lewat Pengolahan Ikan Bandeng

Rabu, 10 Juli 2019 - 17:20 WIB
Foto bersama usai seminar KKN. (IST)

FAJAR.CO.ID — Mahasiswa KKN PPM Tematik UNHAS gelombang 102, menyelenggarakan seminar program kerja dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Ikan Bandeng”. Seminar dilaksanakan di Dusun Minanggatoa, Desa Ajjakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Selasa, 9 Juli 2019.

Kegiatan seminar ini dihadiri oleh Perwakilan Camat Soppeng Riaja, Kepala Desa Ajjakkang, Kepala Dusun Minanggatoa, Supervisor KKN PPM Ikan Bandeng, Fitriwati Djam’an SE MSi, anggota tim peneliti dari UNHAS. Serta koordinator penyuluh tambak ikan bandeng dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Barru, Nurtan.

Peserta seminar sebanyak 50 orang yang terdiri dari perwakilan dari 8 kelompok pembudidaya (POKDAKAN) ikan bandeng di Desa Ajjakang dan masyarakat setempat. Selain itu, kegiatan dihadiri oleh mahasiswa KKN PPM sebanyak 21 mahasiswa dengan Koordinator Desa (KORDES) Muhammad Farid Zulaiman dari Fakultas Teknik UNHAS. Seminar ini dihad

Mahasiswa KKN-PPM ini mempunyai tiga program utama dengan konsep “Petik Olah Jual”, dan beberapa program tambahan. Program pertama terdiri dari pengolahan ikan bandeng menjadi berbagai produk turunan seperti ikan bandeng tanpa tulang (Milkfish Debone), bandeng presto (Milkfish Presto), Abon ikan bandeng (Shredded Milkfish), nugget ikan bandeng (Milkfish Nuggets). Kegiatan pengolahan dilakukan oleh mahasiswa beserta ibu ibu dari kelompok pembudidaya ikan bandeng yang dilakukan di salah satu rumah warga Dusun Minanggatoa.

Program kedua adalah Pengepakan (Packaging). Pada tahap ini, mahasiswa dituntut untuk mengembangkan ide, inovasi dan kreatifitas mereka untuk mendesain model packaging yang mempunyai desain menarik, simple, fungsional dan berkualitas. Program ketiga adalah tahap pemasaran (Marketing).

Pada fase ini, mahasiswa melakukan dua jenis konsep pemasaran, yaitu off line marketing, dengan mempromosikan dan menjual produk ikan bandeng di pasar secara langsung. Dan, online marketing, dengan memperkenalkan produk melalui media online, seperti whatsapp, instagram, dan media online lainnya. Kegiatan tambahan yang dilakukan oleh mahasiswa adalah kerja bakti, perlombaan memasak, pemasangan tanda jalan, dan lainnya.

Konsep “Petik Olah Jual” merupakan konsep yang dipopulerkan oleh mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode (1983-1993), yang juga sebagai mantan rektor UNHAS pada Tahun 1973, berhasil menjadikan Sulawesi Selatan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebagai lumbung pangan nasional.

Dengan mengadopsi konsep ini, diharapkan potensi ikan tambak khususnya ikan bandeng dapat dimaksimalkan sebagai produk unggulan dengan memberdayakan kelompok pembudidaya ikan bandeng di Kabupaten Barru. Sehingga, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petambak di daerah. (rls)