Respons TKN Soal Habib Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi Prabowo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasioanal (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyatakan tidak bisa adanya rekonsiliasi dengan persyaratan-persyaratan politik. Hal ini dikatakan Karding, setelah Partai Gerindra mengajukan syarat rekonsiliasi kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi), untuk bisa memulangkan Imam Besar F‎ront Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.

“Jadi menurut saya tidak tepat dan saya kira kalau mau bargaining ya yang terkait dengan politik,” ujar Karding saat dihubungi, Rabu (10/7).

Menurut Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, tidak tepat adanya rekonsiliasi dengan syarat politik misalnya memulangkan Habib Rizieq, termasuk juga melepaskan pendukung Prabowo-Sandiaga Uno yang berurusan dengan kepolisian.

Karding mengatakan hukum harus terus berjalan. Tidak bisa Presiden Jokowi mengintervensi hukum. ‎Karena komitmen dalam konstitusi hukum adalah panglima tertinggi di negeri ini.

“Dalam konstitusi kita negara berdasarkan hukum. Segala tindak tanduk, perilaku seseorang itu yang menentukan adalah hukum, artinya pengadilan,” katanya.

Karding menjelaskan Habib Rizieq pergi ke Arab Saudi atas kehendaknya sendiri. Tidak pernah diusir oleh pemerintah. Sehingga apabila mau kembali ke tanah air sebenarnya tidak ada masalah.

Jumras dan Mulawarman Ternyata Baku Ipar, Akbar: Pantas Sama-sama Bikin Gaduh Sulsel

Nadiem, Bahlil, AHY, Achmad Zaky Kandidat Kuat Menteri Milenial

Jatah-jatahan Menteri, Yenny Tak Ingin NU Minta-minta Kepada Jokowi

“Bukan dipaksa oleh negara atau diusir negara. Sebenarnya kalau dia mau pulang ya pulang saja, enggak ada masalah,” pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...