Akbar Beberkan Perilaku Mulawarman, Broker Proyek dan Kadang Jadi Kontraktor

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Perseteru Akbar Endra dengan Mulawarman berbuntut panjang. 

Pertama, Akbar Endra menepis pernyataan Mulawarman yang menyebut anggota DPRD Maros itu lagi berusaha mencari panggung. 

“Mul sepertinya menepuk air di dulang terpercik  di muka sendiri. Saya tak perlu panggung lagi,” kata Akbar menanggapi pernyataan Mulawarman, Kamis, 11 Juli. 

Mulawarman, kata Akbar, tipikal orang tak bisa hidup sebagai penonton. Dia selalu mau jadi aktor antagonis. “Dan lihai merusak orang,” jelasnya.

Jumras dan Mulawarman Ternyata Baku Ipar, Akbar: Pantas Sama-sama Bikin Gaduh Sulsel

Perilaku Mulawarman selama ini, dinilai Akbar sebagai lelucon saja. Dengan alasan untuk menghibur dengan dagelan topengnya. 

“Ia menjadi pengamat sosial politik dadakan, padahal beliau (mulawarman) sesungguhnya adalah broker proyek dan juga sekali-sekali jadi kontraktor,” beber mantan Aktivis 98 ini.

Sekadar diketahui, perseteruan Akbar dengan Mulawarman ini bermula dengan persoalan yang ada di Pemprov Sulsel. 

Beragam kritikan Mulawarman dialamatkan kepada pemerintahan sekarang dibawah kendali Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.

Terbaru, saat Jumras sebagai Kepala Biro Umum Pemprov diberhentikan.

“Mengapa ia (mulawarman) membela Jumras, apa karena Mulawarman membela iparnya atau kepentingannya?. Tentu saja Mulawarman banyak diuntungkan jika Jumras punya kewenangan bagi-bagi proyek. Nah inilah yang dibilang mainan broker yang mau warnai kebijakan, biar paketnya lancar!,” ungkap Akbar.

Tidak sampai itu saja, Akbar bahkan mengungkap perilaku Mulawarman yang juga aktif mengurus anggaran di Jakarta.

“Makanya ia tinggalkan profesi lamanya (wartawan), sebab broker lebih menjanjikan. Jadi sudahlah, berdebat dengan Mulawarman, sama dengan kita berdebat dengan tembok. Manfaatnya sedikit,” sindir Akbar.

Dokter Onasis: Bos-bos Partai Sudah Respons

Sekadar diketahui, sehari sebelumnya, Mulawarman menyebut Akbar adalah sebagai juniornya. Bahkan sering membantu dirinya.

“Cuma memang belakangan ini, setelah kalah di Pileg sepertinya dia mengalamai disorientasi,” kata Mulawarman kepada Akbar.

“Mungkin Akbar lagi cari panggung agar ada yang menawarinya kerjaan atau sedang melamar kerjaan. Dan sebagai senior saya akan sarankan ke Akbar untuk melamar menjadi Staf Ahli Gubernur Sulsel,” lanjut Mulawarman masih dengan nada datar.

Mulawarman lalu menceritakan, bahwa hampir semua Gubernur dan Rektor Unhas pernah dikritiknya. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...