Bau Busuk di Losari, Ini Desakan Walhi Sulsel

Kamis, 11 Juli 2019 - 12:35 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Beberapa hari terakhir, publik Makassar dihebohkan dengan adanya bau busuk di Pantai Losari. Selain bau busuk, warna air di Pantai Losari berwarna hitam.

Pemerintah Kota Makassar pun telah meninjau lokasi dan mengatakan bahwa bau busuk di Pantai Losari disebabkan tidak adanya sirkulasi air, dan banyaknya sampah di laut.

Senada dengan Pemerintah Kota Makassar, WALHI Sulawesi Selatan menilai bahwa bau busuk tersebut terjadi karena tidak ada pergantian air karena sungai disekitarnya dangkal, dan tempat sirkulasi air telah tertutup oleh timbunan reklamasi.

“Masalah utamanya adalah reklamasi di depan pantai losari. Hal itu yang membuat air tidak mengalir ke sungai, begitu sebaliknya,” terang Muhammad Al Amin, Direktur Eksekutif WALHI Sulsel.

Ia juga mengatakan bahwa dengan adanya peristiwa ini, penegak hukum sudah harus memanggil pihak pengembang untuk dimintai keterangan, sekaligus mempelajari dokumen lingkungan perusahaan pengembang CPI. Karena perbuatan menimbun laut yang menimbulkan perubahahan/kerusakan seperti ini merupakan kejahatan lingkungan.

Kinerja Dinilai Lamban, Polres Parepare Didemo

Chelsea Cuma Imbang, Lampard Tetap Senang dengan Debutnya

Australia Ingin Deportasi Anak Autisme asal Indonesia, Ini Reaksi Warganet

“Saya minta Polda Sulsel turun tangan memeriksa pengembang CPI dalam hal ini PT Ciputra. Sulahkan Polda memanggil pimpinan PT Ciputra sekaligus mempelajari AMDAL proyek CPI. Saya yakin Polda akan temukan banyak pelanggaran lingkungan pada proyek tersebut”, jelasnya lagi.

Amin mengatakan, bahwa bau busuk tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat di Pantai Losari. Selain itu, atas perbuatan itu, PT Ciputra telah merusak icon Kota Makassar yang selama ini menjadi kebanggaan warga Makasaar.

“Kami berharap Polda bisa segera melakukan pemanggilan dan memeriksa PT Ciputra, atas perusakan lingkungan yang mereka ciptakan, dan memberi keadilan bagi masyarakat yang selama ini terganggu dengan perusakan lingkungan tersebut”, terang Amin

“Apalagi, WALHI Sulsel telah menyatakan protes dan prediksi sebelum pembangunan CPI ini dikerjakan”, ungkapnya. (ham)