Curi Helem Buat Modifikasi Motor

Kamis, 11 Juli 2019 - 23:14 WIB

FAJAR.CO.ID, MAROS — Demi mencari modal modifikasi motor, seorang pria yang beralamat Kelurahan Baju Bodoa Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros, Syahril (38) nekat melakukan pencurian ratusan helem di beberapa wilayah di Maros.

Bahkan Syahril juga beberapa kali beraksi di parkiran motor Kapolres Maros. Aksinya pria yang berprofesi sebagai seorang tukang batu ini pun terhenti saat aksinya itu diketahui polisi dan ditangkap bersama puluhan barang bukti helm di rumahnya.

Selain Syahril, ada dua orang penadah juga berhasil diamankan Personel Polsek Turikale. Dimana saat melakukan pengembangan sampai ke Sulawesi Barat dan berhasil mengamankan penadah, Taufik (33) dengan puluhan barang bukti helm yang diambil dari tersangka.

Sementara penadah lainnya berasal dari Maros yakni, Sakaria (32) telah diamankan terlebih dulu.

Kapolsek Turikale, Kompol Agussalim mengatakan pihaknya berhasil mengamankan tiga orang pelaku. Dimana satu pelaku utama dan dua lagi merupakan penadah.

Dia mengatakan pelaku ini memang sudah sangat meresahkan warga, sebab sudah banyak laporan masuk. “Sudah banyak laporan yang kami terima soal pencurian helm di wilayah kami dalam beberapa bulan terakhir,” sebutnya.

Lebih lanjut kata dia,pencurian helm itu, berhasil diungkap oleh Polisi berkat kamera CCTV Pasar Butta Salewangang yang merekam aksi pelaku.

“Jadi awalnya kitabmenerima banyak laporan dari korban di Pasar BSM dan kita lihat di CCTV. Setelah itu kita berkoordinasi dengan samsat untuk mencari amlamat yang bersangkutan,” katanya.

Setelah berhasil diidentifikasi, lanjutnya, Polisi langsung mengamankan tersangka di rumahnya. Ia tidak bisa berkelik, karena di rumah itu ditemukan puluhan helm berbagai berbagai merek yang telah dibersihkan oleh pelaku.

“Helm yang sudah dicuri ini, tidak langsung dijual oleh pelaku. Jadi dia bersihkan dulu, yang rusak sedikit dia perbaiki dan juga dicuci biar seperti baru. Saat kami amankan itu, ada puluhan helm di tempatnya, makanya tidak bisa mengelak lagi,” sebutnya.

Dihadapan Polisi, tersangka pun menyangkal, jika ratusan helm telah ia curi selama mulai beraksi di bulan April 2019 hingga terakhir kalinya di kantor Bupati Maros pada awal Juni 2019.

Syahril mengaku jika hasil penjualan helm itu, ia gunakan untuk biaya modifikasi motornya agar terlihat keren. “Uangnya saya beli alat motor dan buat tambah penghasilan di rumah,” kata si pelaku. Dalam sehari tersangka mengaku bisa mencuri 3 sampai 5 helm.

“Saya juga pilih-pilih, biasanya helem yang saya ambil itu kalau helm baru dan mahal saja. Dalam satu bulan, kata dia, oleh para penadah ia ditarget hingga 300 buah helm untuk dibeli.

Namun dirinya tidak mampu menyanggupi dan hanya bisa mengirim ke penadah sebanyak 40 sampai 50 helm. Harga satu helm itu ia jual berkisar antara Rp 100 sampai 200 ribu tergantung kondisinya.

“Tergantung kondisi, kalau kondisinya masih baru itu bisa sampai Rp 200. Tapi rata-rata itu Rp 100 ribulah. Saya kirim setiap bulan ke Sulbar dan beberapa daerah lain. Paling banyak itu 50 buah sekali kirim, padahal diminta itu 300,” akunya.

Akibat perbuatannya Syahril dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun, sementara dua orang tersangka lainnya dijerat dengan pasal 480 KUHP dengan pidana kurungan selama 4 tahun. (Rin)