Dua Putusan MA Tuai Kontroversi, KY Persilakan Lapor Pelanggaran Etik

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap dua perkara menyita perhatian publik sepekan terakhir. Pertama, putusan ditolaknya permohonan Peninjauan Kembali (PK) Baiq Nuril, terpidana kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kedua, putusan bebas Syafruddin Arsyad Temenggung, terdakwa kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Mengenai hal ini, Komisi Yudisial (KY) menghormati independensi hakim yang telah memutus berdasarkan fakta-fakta hukum yang ada. KY juga meminta semua pihak untuk bisa menghormati putusan hakim, baik kasus Baiq Nuril maupun Syafruddin.

“Sesuai ketentuan undang-undang, KY tidak diperbolehkan menilai salah benarnya putusan hakim, baik di tingkat pertama, banding, kasasi, hingga PK. Putusan yang dibuat hakim merupakan independensi dari majelis hakim,” kata Ketua KY, Jaja Ahmad Jayus saat dikonfirmasi, Rabu (10/7).

Sebagai kontrol lembaga peradilan, KY diberikan amanat untuk menerima laporan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) dari masyarakat. Oleh karena itu, KY mempersilakan apabila publik ingin mengajukan laporan terkait dugaan pelanggaran kode etik hakim, bukan terkait pertimbangan hakim di dalam putusannya.

Menyedihkan! di Tangan Rizal Mallarangeng, Golkar DKI di Bawah PSI

Pengembangan Bandara Komodo, Ini Instruksi Jokowi

KPK Peringatkan Adik Nazaruddin untuk Koperatif

“Nantinya, apabila ditemukan indikasi pelanggaran kode etik hakim, KY akan menindaklanjuti laporan tersebut dan memberikan sanksi kepada hakim,” ujar Jaja.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...