Lumba-Lumba Terdampar di Pesisir Polman, Lukanya Harus Dijahit Tim Dokter

Kamis, 11 Juli 2019 - 20:14 WIB

FAJARONLINE.CO.ID, POLMAN — Seekor ikan lumba-lumba terdampar di Pantai Sappoang, Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, Kamis sore (11/7/2019).

Lumba-lumba dengan panjang sekitar 3 meter dan bobot 100 kilogram itu terdampar di tepi Pantai Sappoang. Kemunculan mamalia laut ini pun menggegerkan warga setempat. Mereka beramai-ramai berkumpul di pantai untuk melihat hewan langka ini.

Mamalia ini pertama kali dilihat oleh warga setempat bernama Jumardi, salah satu warga setempat. Saat itu, ia hendak memperbaiki perahunya di pinggir pantai. “Saya lihat sepertinya ikan. Lalu berenang keluar dan periksa ternyata ada luka di bagian kepala,” katanya.

Kemunculan lumba-lumba seperti ini bukan baru kali ini. Dalam tiga tahun terakhir, kejadian seperti ini juga sudah pernah terjadi. “Sering muncul, Pak. Tahun kemarin juga ada muncul,” katanya.

Jumardi lalu melaporkan kejadian ini ke komunitas anak mahasiswa pecinta alam (mapala) Unasman. Lalu ditindaklanjuti oleh Dinas Kelautan dan BKSDA, Pol Airud Polres Polman dan instansi lain.

VIDEO: Lumba-Lumba Terdampar

Dari tubuh lumba lumba terdapat tiga luka sayatan memanjang yang terdapat di bagian kepala, dan punggungnya. Warga terus berusaha melepas dan membawa lumba-lumba tersebut ke laut lepas namun tetap kembali ke tepian pantai. Bahkan, warga sudah berkali-kali membawanya ke tengah laut namun tak berselang lama, terlihat menepi kembali.

Tidak lama berselang, tim dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan dan Dinas Kelautan, Badan Konservasi Sumber Daya Alam setempat tiba di lokasi. Dokter hewan lalu melakukan upaya penyelamatan dengan cara memberi obat pada bagian luka lalu menjahit luka tersebut.

Dokter hewan Distanak Polman Isnainiah Bagenda mengatakan, ada tiga titik yang besar, lalu ada luka-luka kecil. Namun jika melihat luka tersebut, yang kecil dokter tidak menjahitnya, karena menurut dokter luka itu akan sembuh dengan sendirinya.

Selain itu, ada pula luka di bagian pernapasannya yang panjangnya sekitar 15-20 centimeter dengan kedalaman 3 centimeter. “Kalau melihat dari goresan lukanya semacam akibat goresan benda tajam,” tutupnya. (sal/sam)