Urai Kemacetan di Beautiful Malino, Rekayasa Lalulintas Disiapkan Lebih Matang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Untuk mengurai kemacetan panjang yang akan terjadi saat perhelatan Beautiful Malino pada Jumat, 12 hingga Minggu, 15 Juli 2019 mendatang, rekayasa lalu lintas segera dilakukan.

Kadis Pariwisata, Sofyan Hamdi, mengatakan, dengan adanya pengalaman tahun lalu, membuat pihaknya mempersiapkan event priwisata tersebut dengan jauh lebih matang, termasuk pengaturan jalur lalu lintas.

Kemacetan panjang terjadi, kata Sofyan, karena pihak penyelenggara tidak menyangka kedatangan volume kendaraan dan jumlah orang yang sebesar itu mencapai 60 ribu pengunjung.

“Kami sudah menyusun beberapa strategi. Dishun sudah berkomunikasi dengan pihak Polres Gowa terkait rekayasa jalur yang akan dilalui,” ungkapnya.

Menurut Sofyan, langkah pertama dengan mengembalikan lokasi pameran pembangunan ke Lapangan Prayuda tempat Beautiful Malino pertama digelar sehingga masyarakat lebih bebas mengakses jalur yang lebih lebar.

Tidak sama saat di lokasi Beautiful Malino II di mana tetap menggunakan akses Jl Pendidikan yang sempit sehingga macet di mana-mana.

Selain itu, kata dia, Jl Pendidikan nantinya akan dipakai untuk satu jalur saja dari arah Tombolo saat puncak acara berlangsung.

Kemudian, jalur dari Jl Sultan Hasanuddin diupayakan untuk kegiatan, hanya menggunakan setengah jalur. Sehingga masyarakat dari Makassar ke Tombolo bisa menggunakan satu jalurnya, dengan catatan, pinggir jalan tidak digunakan untuk area parkir.

“Nanti semua space-space kosong di sekitar lokasi termasuk halaman rumah masyarakat nanti akan dijadikan lokasi parkir,” katanya.

Dari pengalaman tahun lalu, pelaksanaan Beautiful Malino mengakibatkan macet panjang di sepanjang akses menuju dan dalam Kota Malino. Seperti jelang acara art and festival. Kemacetan panjang sudah terjadi di siang hari.

Bahkan, kala itu lumpuh total pada pukul 20.00 Wita. Kendaraan baru dapat terurai pada pukul 02.00 Wita dini hari. Begitu pula keesokan harinya saat karnaval budaya berlangsung. Kendaraan yang mengular sudah terjadi di pagi hari. (ica)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...